PONTIANAK POST - Enam nelayan berhasil diselamatkan personel Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banyuwangi setelah perahu yang mereka tumpangi dihantam ombak di Perairan Bomo, Kecamatan Blimbingsari, Jawa Timur, Sabtu. Seluruh korban ditemukan selamat dan berhasil dievakuasi ke Pantai Marina Boom Banyuwangi.
Kepala Kantor SAR Banyuwangi I Made Oka Astawa mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB ketika keenam nelayan sedang menuju bagan laut untuk memancing.
"Perahu nelayan yang membawa enam orang tersebut dihantam ombak saat dalam perjalanan dari Pantai Bomo menuju bagan laut. Kami menerima laporan pada pukul 15.48 WIB dan langsung Tim Rescue Kantor SAR Banyuwangi bergerak menuju lokasi menggunakan RIB-02," katanya.
Tim Rescue Kantor SAR Banyuwangi kemudian tiba di lokasi sekitar pukul 16.50 WIB. Petugas mendapat informasi bahwa keenam korban berada di dua lokasi berbeda setelah perahu mereka tenggelam.
Empat nelayan diketahui bertahan di rumpon yang berada di permukaan laut. Lokasi rumpon tersebut berjarak sekitar 0,3 nautical mile dari titik kejadian.
Sementara dua korban lainnya berhasil bertahan di bagan. Tim SAR kemudian membagi proses evakuasi untuk menyelamatkan seluruh nelayan.
Enam Nelayan Dievakuasi
Empat korban yang berada di rumpon terlebih dahulu berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Setelah itu, tim melanjutkan proses penyelamatan terhadap dua korban lainnya yang berada di bagan.
"Proses evakuasi seluruh korban selesai pada pukul 17.50 WIB. Keenam korban kemudian dibawa menggunakan RIB-02 menuju Pantai Marina Boom Banyuwangi untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga," kata Oka Astawa.
Enam nelayan yang berhasil diselamatkan tersebut yakni Mula (56) selaku nakhoda, Aldi Dharmawan (20), Aziz (46), Wahyu (23), Rudi Hartono (34), dan Solihin (50).
Operasi penyelamatan melibatkan 10 personel tim rescue dari Kantor SAR Banyuwangi. Tim tersebut mendapat dukungan dua personel Damkar Banyuwangi, dua personel Polsek Blimbingsari, satu personel Koramil Blimbingsari, serta lima masyarakat dan nelayan sekitar. (ant)
Editor : Basilius Andreas GasSumber : Antara