PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, membuka kemungkinan kembali memperpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kekeringan. Keputusan tersebut akan dibahas dalam rapat pada 14 September 2026, sehari sebelum status tanggap darurat berakhir.
“Untuk status tanggap darurat kita berakhir pada tanggal 15 September ini dan kami akan melaksanakan rapat nanti tanggal 14 September pada hari Senin pukul 10.00 WIB,” kata Wakil Komandan Harian III Pos Komando (Posko) Karhutla dan Kekeringan Kotim Rihel di Sampit, Sabtu.
Pertimbangan perpanjangan muncul karena karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah, sementara kondisi kemarau dan kekeringan juga belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.
Rihel mengatakan kondisi cuaca dan hasil prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit akan menjadi salah satu bahan dalam evaluasi status tanggap darurat.
“Nah, untuk kemungkinan besar, kita lihat nanti prakiraan cuaca. Tapi kalau dengan saat ini, posisi kemungkinan besar kita akan perpanjang, ya mungkin bisa sampai 15 hari,” ujarnya.
Karhutla Capai 817 Kejadian
Status Tanggap Darurat Karhutla dan Kekeringan di Kotim sebelumnya ditetapkan pada 30 Juli hingga 26 Agustus 2026. Masa tersebut kemudian diperpanjang hingga 15 September 2026 karena ancaman karhutla dan kondisi kemarau masih berlanjut.
Jika hasil evaluasi menunjukkan kemarau masih berlangsung dan potensi karhutla tetap tinggi, status tanggap darurat diperkirakan kembali diperpanjang selama 15 hari atau hingga 30 September 2026.
Berdasarkan data BPBD Kotim, hingga 11 September 2026 tercatat 817 kejadian kebakaran dengan total luas lahan terdampak mencapai 1.734 hektare.
Kecamatan Seranau menjadi wilayah dengan luas lahan terbakar terbesar, yakni 703 hektare. Berikutnya Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dengan 384 hektare dan Kecamatan Baamang sebanyak 291 hektare.
Selain kejadian kebakaran, akumulasi titik panas atau hotspot yang terpantau di wilayah Kotim mencapai 21.631 titik.
Hotspot terbanyak tercatat di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dengan 4.254 titik, kemudian Teluk Sampit sebanyak 3.195 titik dan Mentawa Baru Ketapang sebanyak 3.110 titik. (ant)
Editor : Basilius Andreas GasSumber : Antara