Karhutla 20 Hektare di Sepaku PPU Berhasil Dipadamkan Tim Gabungan

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 15:11 WIB
Sejumlah anggota Polri dari Sepaku dan OIKN memadamkan karhutla di Kelurahan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim, Sabtu (12/9). (ANTARA/HO-Pusdalops BPBD PPU)
Sejumlah anggota Polri dari Sepaku dan OIKN memadamkan karhutla di Kelurahan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim, Sabtu (12/9). (ANTARA/HO-Pusdalops BPBD PPU)

PONTIANAK POST - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membakar sekitar 20 hektare kawasan di Kelurahan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, berhasil dipadamkan tim gabungan setelah penanganan berlangsung sejak Jumat (11/9).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU Nurlaila mengatakan pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan api tidak kembali merambat ke kawasan lain.

"Tadi sudah ada tim dari IHM (Itci Hutani Manunggal) yang melakukan patroli di lokasi karhutla untuk memastikan tidak ada rambatan api di lokasi baru atau di tepi areal yang belum terbakar," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten PPU Nurlaila di Penajam, Minggu.

Kebakaran terjadi di sekitar RT03 Kelurahan Sepaku. Laporan diterima Pusdalops BPBD PPU pada Jumat (11/9) pukul 14.40 Wita. Setelah menerima informasi tersebut, petugas langsung berkoordinasi dengan berbagai unsur untuk melakukan penanganan.

Lahan yang terbakar sebagian berupa kawasan mineral yang ditumbuhi semak belukar dan pepohonan. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian.

Penanganan di lapangan tidak berjalan mudah. Akses menuju sejumlah titik kebakaran cukup sulit, sementara sumber air juga tidak tersedia di sekitar lokasi. Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra untuk menjangkau titik-titik api yang tersebar.

"Akses yang sulit serta ketidaktersediaan sumber air di area sekitar karhutla, hal ini menjadi kendala petugas dalam proses pemadaman api yang tersebar di banyak titik, namun tim tak putus asa," katanya.

Tim gabungan menerapkan sejumlah metode pemadaman untuk mencegah api meluas. Upaya tersebut dilakukan secara manual, menggunakan jet sutter, membuat sekat bakar, serta menerapkan teknik pemadaman lainnya sesuai kondisi di lapangan.

Pemadaman Dilanjutkan hingga Tahap Pendinginan

Pada hari pertama penanganan, proses pemadaman dihentikan sementara pada Jumat (11/9) sekitar pukul 23.00 Wita karena kondisi sudah terlalu malam. Petugas kemudian kembali melanjutkan pemadaman pada hari kedua.

Sebagian besar penanganan dilakukan secara manual oleh tim gabungan. Mobil pemadam digunakan pada titik yang masih dapat dijangkau kendaraan. Dalam perkembangannya, kobaran api sempat meluas hingga wilayah RT05 Kelurahan Sepaku.

Proses pemadaman dan pendinginan pada Sabtu (12/9) malam kembali dihentikan sekitar pukul 22.45 Wita karena petugas mengalami kelelahan. Saat itu, secara visual masih terlihat sejumlah titik api dan material yang terbakar.

"Proses pemadaman dan pendinginan dihentikan malam tadi, tepatnya Sabtu (12/9), pukul 22.45 Wita karena petugas kelelahan, meski secara visual masih terdapat titik api dan sisa material terbakar, namun hari ini sudah ada tim yang melanjutkan pendinginan. Semoga tidak ada titik api baru," ujarnya.

Pemantauan dan pendinginan kemudian dilanjutkan pada Minggu untuk memastikan bara yang tersisa tidak kembali memicu kebakaran baru.

Penanganan karhutla tersebut melibatkan berbagai unsur. Sejumlah pejabat dan unsur pimpinan juga turun langsung ke lokasi, di antaranya Kapolresta Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Kasat Intel OIKN, Kabag Ops OIKN, Kapolsek Sepaku, Danramil Sepaku, Camat Sepaku, pejabat OIKN, serta Lurah Sepaku.

"Tim di lapangan yang memadamkan karhutla antara lain Polresta OIKN, Damkar OIKN, Polsek Sepaku, Koramil Sepaku, DPKP Pos Sepaku, PT IHM, babinsa, bhabinkamtibmas, dan sejumlah warga setempat," ucap Nurlaila. (ant)

 

Editor : Basilius Andreas Gas
Sepaku Akses Sulit karhutla ppu