PONTIANAK POST - Membantu sesama yang terkena musibah bencana alam tidak selalu diukur dari besarnya dana atau banyaknya barang yang dikirimkan.
Banyak opsi lain yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk berkontribusi secara nyata tanpa harus membebani posko bencana. Namun, kehadiran masyarakat di lokasi bencana juga harus disertai dengan rasa tanggung jawab dan empati yang tinggi.
Bentuk Kontribusi Relawan Sesuai Kompetensi
Bagi masyarakat yang tidak memiliki kelebihan secara finansial atau barang, keahlian dan tenaga merupakan bentuk bantuan yang tidak kalah bernilainya bagi proses pemulihan para korban.
Baca Juga: Hal yang Harus Diperhatikan Saat Menyumbang Makanan dan Obat untuk Bencana Alam
Dilansir dari Jawapos, menurut Ketua SAR Surabaya Tirta Muhammad Rizki, membantu korban bencana tidak selalu harus berupa uang atau barang.
Masyarakat dapat terlibat sebagai relawan sesuai kompetensi nya, membantu menye bar kan informasi yang benar, memberikan dukungan psikososial, mendampingi kegiatan pendidikan anak, atau ikut mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.
Larangan Menjadi "Wisatawan Bencana" dan Menyebar Hoaks
Di sisi lain, dorongan rasa penasaran sering kali membuat sebagian orang mendatangi lokasi bencana tanpa tujuan bantuan yang jelas. Fenomena ini justru mengganggu jalannya evakuasi dan proses penanganan penanggulangan bencana.
Baca Juga: Cara Mengirim Bantuan Bencana Agar Tepat Sasaran Dan Tidak Menimbul Masalah Baru
Sebaliknya, Tirta juga mengingatkan pentingnya tidak menyebarkan hoaks maupun datang ke lokasi bencana hanya untuk melihat-lihat atau menjadi ’’wisatawan bencana’’ yang berpotensi memperkeruh situasi. (*)
Editor : Chairunnisya