PONTIANAK POST — Tangis pecah di Posko Terpadu kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (13/9).
“Ya Allah, alhamdulillah, bojomu selamet, Nduk,” ujar seorang perempuan kepada Ela Nur Atika.
Kedua perempuan itu berpelukan sambil terisak. Setelah berjam-jam menunggu, Ela akhirnya mendapat kepastian bahwa suaminya, Saiful Nuruddin, selamat dari kecelakaan kapal di Laut Jawa.
KM Virgo Transport 8 terbalik saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin, dini hari. Kapal tersebut membawa 243 orang yang terdiri atas 213 penumpang dan 30 awak.
Hingga Minggu pukul 20.15 WIB, sebanyak 108 orang berhasil diselamatkan dan enam korban ditemukan meninggal dunia. Sementara itu, 129 orang lainnya masih dalam pencarian.
Pesan Terakhir Hanya Dibaca
Saiful bekerja sebagai sopir logistik. Namanya tercantum dalam manifes KM Virgo Transport 8 yang bertolak dari Surabaya pada Sabtu (12/9) pukul 10.13 WIB.
“Suami saya membawa paket logistik ke Banjarmasin bersama seorang rekan sesama sopir,” kata Ela yang datang dari Mojokerto.
Panggilan video terakhir pasangan itu berlangsung Sabtu sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, keduanya lebih banyak bersenda gurau.
Jadwal keberangkatan kapal sempat mundur. Ela kembali mengirim pesan sekitar pukul 08.30 WIB, tetapi pesan tersebut hanya dibaca.
Setelah itu, tidak ada lagi kabar dari Saiful.
“Tahu-tahu dapat kabar kapal mengalami kecelakaan. Siapa yang tidak kaget,” tuturnya sambil menyeka air mata.
Tubuh ibu satu anak itu gemetar ketika petugas mengonfirmasi Saiful termasuk korban yang berhasil diselamatkan. Doa dan ucapan syukur berulang kali terucap dari bibirnya.
Pelayaran tersebut baru menjadi perjalanan kedua Saiful mengantar logistik ke Kalimantan. Biasanya, dia membawa barang melalui jalur darat menuju Jakarta.
“Biasanya suami mengirim barang ke Jakarta. Baru kali ini mengambil rute Banjarmasin,” ujar Ela.
Fredy Masih Menunggu Adiknya
Di posko yang sama, Fredy Manuhua menghadapi penantian berbeda. Hingga Minggu pukul 18.00 WIB, dia belum mendapat kepastian mengenai nasib adik bungsunya, Steviansyah Manuhua.
Nama Stevi tercatat dalam manifes sebagai kru musik pengisi hiburan kapal. Dia mendadak diminta berangkat untuk menggantikan rekannya yang sedang mengambil cuti.
Komunikasi terakhir kakak dan adik itu terjadi pada Jumat (11/9). Melalui panggilan video, Stevi hanya memberi tahu bahwa dirinya memakai ponsel dan nomor baru karena perangkat lamanya rusak.
“Adik saya belum ada kabar sampai sekarang,” kata Fredy dengan muram.
Fredy terus mengikuti pembaruan data dari tim SAR gabungan dan pengelola kapal di Banjarmasin. Harapan tetap dipeliharanya setelah beberapa kru kantin dan perwira kapal dilaporkan selamat.
Namun, hingga Minggu petang, keberadaan Stevi dan sejumlah kru musik lainnya belum diketahui. Keluarga berencana menuju Banjarmasin setelah memperoleh informasi yang lebih pasti.
“Kami ada rencana ke sana. Sekarang masih menunggu kabar dari rekan di Banjarmasin,” ujarnya.
Kapal Miring Sebelum Hilang Kontak
KM Virgo Transport 8 menghadapi cuaca buruk di tengah pelayaran sekitar pukul 00.00 WITA. Nakhoda sempat melaporkan kondisi tersebut kepada pihak agen.
Sekitar pukul 02.00 WITA, nakhoda kembali mengabarkan kapal mulai miring. Komunikasi itu menjadi laporan terakhir sebelum kapal dinyatakan hilang kontak.
Posisi terakhir kapal berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin. Perjalanan menuju lokasi membutuhkan waktu sekitar lima hingga enam jam dari daratan.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, kru kapal sempat memancarkan panggilan darurat dan mengaktifkan suar penanda marabahaya.
Kantor SAR Banjarmasin kemudian menyiarkan deklarasi darurat kepada seluruh kapal komersial di sekitar Laut Jawa. Kapal-kapal terdekat diminta merapat dan memberikan pertolongan awal.
Panggilan tersebut membuahkan hasil pada jam-jam pertama. Empat kapal di sekitar lokasi berhasil mengevakuasi puluhan korban dari laut.
Basarnas juga mengerahkan KN SAR Laksmana 241. Operasi pencarian diperkuat kapal komersial serta unsur udara.
Ditemukan Terbalik di Laut Jawa
Berdasarkan pantauan udara, KM Virgo Transport 8 ditemukan dalam posisi terbalik sekitar pukul 15.00 WITA. Bagian bawah kapal masih terlihat di atas permukaan laut.
Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi mengatakan, penyisiran terus dilakukan di sekitar lokasi kejadian. Tim SAR belum dapat memastikan apakah korban yang hilang masih berada di dalam kapal atau telah terbawa arus.
“Fokus kami saat ini melakukan SAR sampai seluruh korban bisa ditemukan,” kata Dudy di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.
Cuaca buruk, gelombang, dan luasnya area pencarian menjadi tantangan bagi tim SAR. Penyebab pasti kecelakaan belum dapat disimpulkan.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi akan melakukan investigasi. Pemeriksaan mencakup kondisi kapal serta keterangan awak dan penumpang yang selamat.
Enam Korban Belum Teridentifikasi
Enam korban meninggal yang telah dievakuasi belum teridentifikasi secara resmi. Jenazah dibawa melalui Pelabuhan Trisakti sebelum diteruskan ke RS Bhayangkara untuk proses identifikasi.
Dudy meminta keluarga memberikan waktu kepada petugas untuk menyelesaikan evakuasi dan identifikasi. Pemerintah juga menyiapkan fasilitas kesehatan bagi korban selamat yang membutuhkan perawatan.
Sebanyak 69 korban selamat tiba di Pelabuhan Trisakti sekitar pukul 18.00 WITA menggunakan KM Haida. Petugas medis, relawan, dan aparat gabungan langsung melakukan evakuasi.
Sebagian korban diturunkan menggunakan tandu dan kursi roda. Korban lainnya berjalan dengan bantuan petugas, bahkan beberapa harus dipapah saat meninggalkan kapal.
Saling Menguatkan di Posko
Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa membuka posko pendataan dan informasi selama 24 jam di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara.
Sub Regional Head Jawa PT Pelindo Purwanto Wahyu Widodo mengatakan, posko dilengkapi pendampingan medis dan ruang tunggu. Pendataan serta koordinasi informasi antara Surabaya dan Banjarmasin menjadi prioritas.
Kantor SAR Surabaya turut mengerahkan KN SAR Permadi 249 dan helikopter HR-3601. KN SAR Permadi bertolak dari Dermaga Distrik Navigasi Pelabuhan Tanjung Perak pada pukul 08.30 WIB.
Di posko itu, data korban terus diperbarui. Bagi keluarga, setiap perubahan bukan sekadar angka, melainkan penentu antara kelegaan dan penantian yang semakin panjang.
“Kami, keluarga penumpang dan kru yang ada di sini, saling menguatkan dan mendoakan,” kata Fredy.
Tempat yang sama pada awal Agustus juga menjadi tumpuan keluarga korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan Sumenep.
Kini, kursi-kursi di ruangan itu kembali dipenuhi keluarga yang menatap layar telepon dan papan informasi. Ela telah memeluk kabar keselamatan suaminya, sedangkan Fredy masih menunggu nama adiknya muncul dalam daftar korban yang ditemukan. **
TRAGEDI KM VIRGO TRANSPORT 8
Spesifikasi Kapal
- Panjang: 119 meter
- Lebar: 21,01 meter
- Tonase kotor: 4.277 GT
- Bobot mati: 2.612 ton
- Orang di kapal: 243 orang
- 213 penumpang
- 30 awak kapal
Kronologi Kejadian
12 September | 10.13 WIB
KM Virgo Transport 8 bertolak dari Surabaya menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dengan membawa 243 orang berdasarkan manifes.
13 September | 00.00 WITA
Kapal menghadapi cuaca buruk di tengah pelayaran. Nakhoda melaporkan kondisi tersebut kepada pihak agen.
02.00 WITA
Nakhoda melaporkan kapal mulai miring. Ini menjadi komunikasi terakhir sebelum kapal dinyatakan hilang kontak. Posisi terakhir berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.
04.10 WITA
Kantor SAR Banjarmasin memulai operasi pencarian.
05.30 WITA
Basarnas mengerahkan KN SAR Laksmana 241 menuju posisi terakhir kapal. Pencarian diperkuat unsur laut dan udara.
Pagi–siang
Kapal-kapal di sekitar lokasi membantu mencari dan mengevakuasi korban.
15.00 WITA
KM Virgo Transport 8 ditemukan dalam posisi terbalik dan belum sepenuhnya tenggelam.
Sumber: Hasil reportase dan berbagai sumber, diolah.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro