Petaka Laut Jawa, KMP Virgo Transport 8 Terbalik dan 129 Orang Belum Ditemukan

Rafael B. Junior • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 10:58 WIB
Sejumlah penumpang KMP Virgo Transport 8 dipapah petugas setibanya di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Minggu (13/9). Sebanyak 69 korban tiba menggunakan KM Haida dan langsung menjalani pemeriksaan medis. (JAWA POS)
Sejumlah penumpang KMP Virgo Transport 8 dipapah petugas setibanya di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Minggu (13/9). Sebanyak 69 korban tiba menggunakan KM Haida dan langsung menjalani pemeriksaan medis. (JAWA POS)

PONTIANAK POST KMP Virgo Transport 8 terbalik di Laut Jawa saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin, Minggu (13/9) dini hari. Dari 243 orang di dalam kapal, 108 berhasil diselamatkan, enam ditemukan meninggal dunia, dan 129 lainnya masih dicari hingga pukul 20.15 WIB tadi malam.

Kapal yang membawa 213 penumpang dan 30 awak itu hilang kontak sekitar pukul 02.00 WITA. Sebelum komunikasi terputus, awak kapal sempat melaporkan cuaca buruk kepada perusahaan. Kapal kemudian mengalami kemiringan hingga akhirnya terbalik.

Lokasi terakhir kapal terdeteksi sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.

Baca Juga: Hari Kelima SAR, Jeriken Minyak Ditemukan Saat Cari 8 Korban Kapal Cepat

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, kru kapal sempat memancarkan panggilan darurat dan mengaktifkan suar penanda marabahaya.

Karena lokasi kejadian berjarak sekitar lima hingga enam jam pelayaran dari daratan, Kantor SAR Banjarmasin menyiarkan deklarasi darurat kepada seluruh kapal komersial di sekitar Laut Jawa. Kapal-kapal tersebut diminta mendekat dan memberikan pertolongan awal.

Panggilan itu membantu mempercepat penyelamatan. Empat kapal terdekat mengevakuasi puluhan korban dari tengah gelombang. Berdasarkan pantauan udara Basarnas, badan KMP Virgo Transport 8 masih terlihat terbalik dan belum sepenuhnya tenggelam hingga pukul 15.00 WITA.

Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi mengatakan, bagian bawah kapal masih tampak di permukaan. Sejumlah kapal terus menyisir perairan untuk menemukan korban. “Fokus kami saat ini melakukan SAR sampai seluruh korban bisa ditemukan,” kata Dudy dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Belum diketahui apakah sebagian korban masih terperangkap di dalam kapal atau telah terseret arus menjauh dari lokasi kecelakaan.

Baca Juga: Hari Ketujuh, Pencarian Dua Kru Tugboat Rimba Megah XV Dihentikan, Keluarga Tabur Bunga

Identitas Korban Belum Terverifikasi

Enam korban meninggal yang telah dievakuasi belum teridentifikasi secara resmi. Jenazah dibawa ke Pelabuhan Trisakti, kemudian diteruskan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses identifikasi.

Dudy meminta keluarga penumpang menunggu hasil evakuasi dan identifikasi resmi. Pemerintah juga menyiapkan rumah sakit untuk menangani korban selamat yang membutuhkan perawatan.

Penyebab kecelakaan belum dapat disimpulkan. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan melakukan investigasi, termasuk meminta keterangan awak kapal dan penumpang yang selamat.

Baca Juga: JS Kunisaki Mendarat di Kalimantan, Kapal Jepang Seberat 13.000 Ton Seharga Lima Hari MBG

Posko Disiagakan 24 Jam

Pelindo Regional 3 Subregional Jawa membuka posko pendataan dan informasi selama 24 jam di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Posko tersebut melayani keluarga penumpang sekaligus mendukung koordinasi penanganan kecelakaan. Fasilitas pendampingan medis dan ruang tunggu juga disediakan.

“Fokus utama kami menyediakan sarana pendataan dan koordinasi antara Surabaya dan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin,” kata Subregional Head Jawa PT Pelindo Purwanto Wahyu Widodo.

Kantor SAR Surabaya turut mengerahkan KN SAR Permadi 249 dan helikopter HR-3601. Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit P.H. mengatakan, KN SAR Permadi 249 diberangkatkan dari Dermaga Distrik Navigasi Pelabuhan Tanjung Perak pada pukul 08.30 WIB.

Korban Tiba di Trisakti

Sebanyak 69 korban tiba di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, sekitar pukul 18.00 WITA menggunakan KM Haida. Petugas medis, relawan, dan aparat gabungan langsung mengevakuasi mereka begitu kapal bersandar.

Sebagian korban diturunkan menggunakan tandu dan kursi roda. Korban lainnya berjalan dengan bantuan petugas, sedangkan beberapa orang harus dipapah menuju tempat pemeriksaan. Petugas kemudian memeriksa kondisi para korban dan memberikan penanganan medis sesuai kebutuhan masing-masing. (idr/van/zam/oni)

Editor : Hanif
laut jawa KMP Virgo Transport 8 kecelakaan kapal banjarmasin basarnas