Kemenhut Dorong Kampus Ikut Berperan Tangani Karhutla, Bisa Ambil Bagian Lewat Riset dan Teknologi

Uray Ronald • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 23:22 WIB
Kegiatan UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026 di UGM Yogyakarta, Selasa (15/9/2026). (ANTARA)
Kegiatan UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026 di UGM Yogyakarta, Selasa (15/9/2026). (ANTARA)

 

PONTIANAK POST — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI mendorong perguruan tinggi di Indonesia turut berperan dalam pengendalian dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dirjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kemenhut Dyah Murtiningsih mengatakan risiko karhutla meningkat akibat kondisi iklim dan aktivitas manusia.

Hal itu disampaikan Dyah dalam kegiatan UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026 di Yogyakarta, Selasa (15/9).

"Perguruan tinggi dapat mengambil bagian melalui riset dan teknologi, antara lain pemantauan titik panas berbasis satelit, pemantauan lahan gambut, penguatan masyarakat peduli api, hingga dukungan terhadap pencegahan kebakaran," katanya.

Menurut Dyah, perguruan tinggi juga didorong menjadi Center of Excellence atau pusat keunggulan yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan kebijakan serta teknologi dengan kebutuhan masyarakat.

"Kolaborasi dapat dilakukan melalui KKN (kuliah kerja nyata) tematik, magang, rehabilitasi lahan, konservasi, perhutanan sosial, serta pengembangan keanekaragaman hayati," katanya.

Baca Juga: Menhan Apresiasi Militer Jepang Bantu Tangani Karhutla di Kalimantan Barat

Kampus Berkelanjutan Tak Sekadar Fisik

Sekda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Ni Made Dwipanti Indrayanti menekankan bahwa kampus berkelanjutan tidak sekadar ditandai banyaknya pepohonan, gedung hemat energi, atau pengurangan sampah.

"Ukuran sesungguhnya terlihat ketika perubahan itu masuk ke dalam cara kampus dikelola, ilmu pengetahuan dikembangkan, hingga ribuan mahasiswa membentuk kebiasaan yang kemudian dibawa ke tengah masyarakat," katanya.

Menurut dia, keberlanjutan harus menjadi bagian dari tata kelola, operasional, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga akuntabilitas publik.

Baca Juga: BNPB: Luas Karhutla Kalbar Tembus 48.535 Hektare, Hujan Mulai Turun di Sejumlah Wilayah

Kegiatan bertema Advancing Sustainable Campuses through Governance, Digitalization, and Integrated Performance tersebut mempertemukan sekitar 350 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Digitalisasi Jadi Penguat

Ketua Panitia UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026 Indra Wijaya Kusuma mengatakan digitalisasi menjadi jembatan penting agar berbagai upaya keberlanjutan di bidang lingkungan, energi, sampah, transportasi, pendidikan, dan tata kelola dapat berjalan efektif sekaligus terukur.

Menurut dia, UI GreenMetric tidak semata-mata menjadi ajang pemeringkatan. Instrumen tersebut juga menjadi tolok ukur bagi perguruan tinggi untuk belajar, membandingkan praktik baik, sekaligus memperbaiki kinerja keberlanjutan.

Dengan demikian, kata dia, angka dan indikator tidak berhenti sebagai capaian administratif, tetapi menjadi dasar untuk melihat perubahan yang benar-benar terjadi di lingkungan kampus.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
pencegahan kebakaran hutan dan lahan perguruan tinggi cegah karhutla Kemenhut karhutla Dyah Murtiningsih karhutla kampus berkelanjutan Indonesia