PONTIANAK POST — Malaysia akan mengirim satu pesawat, tiga helikopter, dan 52 personel untuk membantu Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Bantuan tersebut menyusul pengerahan tiga helikopter CH-47 Chinook dan sekitar 180 personel dari Jepang.
Presiden Prabowo Subianto menerima tawaran bantuan Malaysia untuk karhutla Kalimantan saat bertemu Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jumat (18/9). Kerja sama dilakukan setelah kabut asap menyeberang ke Sarawak dan mengancam kesehatan warga di kedua negara.
Operasi Internasional di Kalimantan
| Negara | Dukungan |
|---|---|
| Malaysia | 1 pesawat, 3 helikopter, dan 52 personel |
| Jepang | 3 helikopter CH-47 Chinook dan sekitar 180 personel |
“Malaysia menawarkan bantuan untuk ikut membantu kita mengatasi kebakaran hutan di Kalimantan. Hal ini saya tanggapi dengan terima kasih dan gembira,” kata Prabowo.
Bantuan Malaysia akan dikerahkan dalam waktu dekat. Namun, pemerintah belum mengumumkan jadwal kedatangan, jenis pesawat dan helikopter, pangkalan operasional, maupun lokasi penugasannya.
Asap Kalimantan Capai Sarawak
Malaysia menawarkan bantuan setelah kabut asap dari Indonesia memperburuk kualitas udara di Sarawak. Serian, wilayah yang berdekatan dengan Kalimantan Barat, menjadi salah satu kawasan dengan pencemaran terparah.
Data Departemen Lingkungan Malaysia mencatat Indeks Pencemaran Udara (IPU) Serian mencapai 519 pada 4 September. Angka tersebut melampaui kategori berbahaya di atas 300 dan ambang keadaan darurat 500.
Pemerintah Malaysia kemudian menetapkan keadaan darurat di Distrik Serian. Sekolah di sejumlah wilayah Sarawak ditutup, sedangkan penyemaian awan dilakukan untuk mengurangi kepekatan asap.
Keadaan darurat dicabut pada 7 September setelah IPU turun menjadi 222. Meski membaik, kualitas udara masih tergolong sangat tidak sehat sehingga warga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan.
Prabowo Akui Dampak Lintas Batas
Prabowo mengakui kebakaran di Indonesia turut berdampak terhadap negara tetangga. Menurut dia, bantuan Malaysia merupakan bagian dari kerja sama regional menghadapi bencana lingkungan.
“Walaupun kebakaran terjadi di Indonesia, dampaknya dirasakan tetangga-tetangga kita. Mereka ingin membantu dan kita terima dengan baik,” ujarnya.
Kabut asap lintas batas memperlihatkan bahwa karhutla tidak berhenti pada batas administrasi maupun negara. Arah angin dapat membawa partikel berbahaya ke permukiman yang berada ratusan kilometer dari lokasi kebakaran.
Malaysia Sempat Menunggu Izin
Kesiapan Malaysia sebelumnya disampaikan Menteri Komunikasi sekaligus Juru Bicara Pemerintah Fahmi Fadzil seusai rapat kabinet di Putrajaya, Rabu (9/9).
Kementerian Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia bersama Kementerian Luar Negeri atau Wisma Putra telah menyampaikan daftar aset melalui jalur diplomatik. Namun, pengerahan masih menunggu persetujuan Indonesia.
“NRES dan Wisma Putra telah bersiap, tetapi belum ada konfirmasi dan izin untuk menggunakan aset-aset Malaysia,” kata Fahmi saat itu.
Pertemuan Prabowo dan Zahid membuka jalan bagi pengerahan bantuan. Kedua negara masih harus mengatur lokasi operasi berdasarkan sebaran api, arah angin, cuaca, jarak pandang, sumber air, dan keselamatan personel.
Jepang Lebih Dahulu Kerahkan Chinook
Sebelum Malaysia, Jepang telah mengirim tiga helikopter angkut berat CH-47 Chinook ke Kalimantan Barat. Dukungan tersebut melibatkan sekitar 180 personel.
Helikopter Chinook digunakan untuk memperkuat pemadaman dari udara, khususnya pada lokasi yang sulit dijangkau tim darat. Efektivitas water bombing tetap bergantung pada jarak pandang, sumber air, dan karakter kebakaran.
Operasi udara paling efektif untuk memutus kepala api dan menangani kebakaran permukaan. Bara pada gambut tetap membutuhkan pemadaman serta pendinginan langsung oleh tim darat.
Pencegahan Harus Menjadi Prioritas
Prabowo menegaskan penanganan karhutla tidak boleh berhenti pada pemadaman. Pemerintah sedang menyiapkan langkah pencegahan agar kebakaran dan kabut asap tidak terus berulang.
“Saya sedang menyusun langkah-langkah pencegahan secara menyeluruh supaya tidak setiap beberapa tahun muncul lagi,” katanya.
Langkah tersebut perlu mencakup perlindungan gambut, pengawasan konsesi, penegakan hukum, penyediaan sarana pembukaan lahan tanpa bakar, dan penguatan masyarakat peduli api.
Kerja Sama Dua Negara
Prabowo menyebut Indonesia dan Malaysia perlu menjaga kerja sama sebagai negara bertetangga. Selain karhutla, pertemuan tersebut membahas pengembangan industri halal dan bidang kerja sama lainnya.
“Indonesia dan Malaysia adalah saudara. Kita harus bekerja sama dan memelihara hubungan yang sangat baik,” ujarnya.
Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro