PONTIANAK POST - Empat orang yang menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua Pegunungan dipastikan merupakan warga sipil. Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang menegaskan keempat korban bukan anggota intelijen TNI seperti informasi yang sempat beredar di media sosial.
Keempat korban terdiri atas tiga aparatur sipil negara (ASN) dari Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya dan Aris Sanda yang sehari-hari bekerja sebagai sopir lajuran. Penegasan itu sekaligus membantah kabar yang menyebut para korban merupakan anggota TNI maupun intelijen TNI.
"Saya pastikan keempat korban adalah warga sipil," kata Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang kepada ANTARA, Minggu di Jayapura.
Febriel menyampaikan hal tersebut setelah meninjau kegiatan bakti sosial donor darah dalam rangka HUT ke-81 TNI. Ia juga menyampaikan belasungkawa atas insiden yang menimpa para korban serta menegaskan TNI-Polri terus melakukan pengejaran terhadap pelaku.
TNI-Polri Perkuat Langkah Pengamanan
Menurut Febriel, aksi penembakan terhadap warga sipil menjadi perhatian serius TNI. Berbagai langkah disiapkan untuk mengantisipasi aksi serupa, termasuk meningkatkan kesiapan personel dan persenjataan di wilayah yang dinilai membutuhkan pengamanan.
Danrem 172/PWY Brigjen TNI Robby Suryadi telah berada di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya. Kehadirannya untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat guna menyikapi situasi keamanan di wilayah tersebut.
"Secara teknis saya tidak bisa menjelaskan apa yang dilakukan namun yang terpenting adalah TNI berkomitmen untuk menciptakan situasi yang aman di Tanah Papua," kata Mayjen TNI Febriel.
Ia menambahkan, sejumlah kasus penembakan yang terjadi di wilayah Papua Pegunungan membuat TNI-Polri berkomitmen mengambil langkah untuk mengurangi kekuatan KKB.
"Langkah yang diambil TNI-Polri akan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan kami memohon dukungan seluruh masyarakat agar dapat terlaksana," kata Pangdam XVII Cenderawasih. (ant)
Sumber : Antara