Hiu Paus Teluk Saleh Jadi Andalan Ekonomi Biru Sumbawa

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 19:18 WIB
Bupati Sumbawa H. Syarafuddin Jarot menyampaikan sambutan saat menghadiri pembukaan Festival Hiu Paus 2026 di Taman Hiu Paus, Desa Labuhan Jambu, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa, NTB, Sabtu (19/9) malam. (ANTARA/HO-Diskominfotiksandi Kabupaten Sumbawa)
Bupati Sumbawa H. Syarafuddin Jarot menyampaikan sambutan saat menghadiri pembukaan Festival Hiu Paus 2026 di Taman Hiu Paus, Desa Labuhan Jambu, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa, NTB, Sabtu (19/9) malam. (ANTARA/HO-Diskominfotiksandi Kabupaten Sumbawa)

PONTIANAK POST - Wisata hiu paus di Teluk Saleh, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), didorong menjadi salah satu penggerak ekonomi biru daerah. Pemerintah Kabupaten Sumbawa menargetkan potensi tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian ekosistem laut.

"Lautnya tetap hidup, masyarakatnya juga ikut hidup," kata Bupati Sumbawa H. Syarafuddin Jarot saat membuka rangkaian Festival Hiu Paus 2026 di Taman Hiu Paus, Desa Labuhan Jambu, Kecamatan Tarano, Sumbawa, Sabtu (19/9) malam sebagaimana keterangan di Sumbawa, Minggu.

Jarot mengatakan keberadaan hiu paus di Teluk Saleh bukan hanya menjadi daya tarik bagi wisatawan. Potensi tersebut juga dapat dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui konsep pariwisata yang mengedepankan konservasi.

Menurut dia, pemanfaatan kawasan harus tetap memperhatikan keberlangsungan ekosistem. Aktivitas wisata tidak boleh mengganggu habitat maupun keberadaan hiu paus yang menjadi salah satu daya tarik utama Teluk Saleh.

"Ini bukan sekadar fenomena alam, tetapi aset ekonomi biru dan pariwisata kita," ujarnya.

SAMOTA Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi

Pengembangan ekonomi biru berbasis hiu paus tersebut juga berkaitan dengan rencana Pemkab Sumbawa mendorong kawasan Teluk Saleh, Moyo dan Tambora (SAMOTA) menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Potensinya lengkap, pariwisata, ekonomi biru, ekonomi hijau, ekonomi kreatif, perikanan,” katanya.

Jarot menyebut kawasan SAMOTA memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan secara terpadu. Sektor kelautan, pariwisata, ekonomi kreatif, perikanan hingga lingkungan dapat menjadi bagian dari pengembangan kawasan.

Ia menekankan aktivitas investasi dan ekonomi di kawasan tersebut perlu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pengembangan ekonomi juga harus berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan.

Selain sektor kelautan dan pariwisata, Pemkab Sumbawa melihat pengembangan Blok Elang oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) dan komoditas garam sebagai potensi lain yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Pengembangan berbagai sektor itu dinilai dapat memperluas basis perekonomian daerah sekaligus menciptakan peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Festival Hiu Paus 2026 dibuka Menteri Hukum Republik Indonesia Supratman Andi Agtas dengan pemukulan gong. Kegiatan yang mengangkat tema “Melestarikan Laut Menuju Pariwisata Berkelanjutan, Dari Teluk Saleh Untuk Dunia” tersebut berlangsung pada 19–26 September 2026.

Rangkaian festival memadukan sejumlah kegiatan, mulai dari pariwisata, budaya, olahraga, ekonomi kreatif hingga konservasi lingkungan.

Ketua Yayasan Hiu Paus Musykil Hartsah mengatakan festival tidak hanya ditujukan sebagai agenda hiburan. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan wisatawan mengenai pentingnya konservasi.

"Edukasi konservasi menjadi ruh festival,” katanya.

Sejumlah pertunjukan turut meramaikan festival, di antaranya Tari Katir dari SMKN 1 Tarano, peluncuran lagu Hiu Paus oleh Karang Taruna, serta penampilan Sakeco cilik dari SDN Labuhan Jambu.

Teluk Saleh merupakan teluk terbesar di Pulau Sumbawa yang secara administratif berada di antara Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Dompu. Kawasan perairan ini memiliki keanekaragaman hayati laut dan dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata bahari berbasis konservasi.

Melalui Festival Hiu Paus 2026, pemerintah dan masyarakat mendorong penguatan pelestarian ekosistem laut sekaligus mengembangkan potensi Teluk Saleh agar memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat secara berkelanjutan. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
Teluk Saleh wisata Hiu Paus ekonomi biru