PONTIANAK POST - Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Provinsi Jambi mengerahkan tiga tim gabungan darat secara masif guna memadamkan kobaran api yang melalap kawasan Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang, Kabupaten Tanjungjabung Timur. Penebalan pasukan pemadam ini dilakukan untuk mengendalikan sebaran titik api agar tidak terus meluas di lahan gambut yang rawan terbakar.
Petugas Manggala Agni Jimmi Setiawan mengonfirmasi bahwa penanganan kebakaran di kawasan konservasi tersebut kini difokuskan pada tiga titik lokasi kritis.
"Upaya pemadaman di Londerang dilakukan di tiga titik berbeda melibatkan tim Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan, serta masyarakat setempat," kata petugas Manggala Agni, Jimmi Setiawan, di Jambi, Minggu.
Jimmi merinci penyebaran personel darat di lapangan mencakup batas desa Sungai Tawar dengan Lagan Ilir, Kecamatan Mendahara, yang ditangani personil Manggala Agni Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang bersama warga lokal.
Sementara itu, tim kedua dikerahkan ke area HLG Londerang – Parit Culum I dengan menerjunkan personel Manggala Agni Jambi (MA KJB) yang berkolaborasi dengan RPK PT Wirakarya Sakti (WKS).
Pendinginan Lokasi dan Tantangan Lahan Gambut
Adapun pemadaman di lokasi ketiga terpusat di kawasan Rantau Rasau Desa, Kecamatan Berbak. Titik ini mendapatkan penebalan kekuatan tim secara terpadu yang terdiri dari satu tim MA BTP, satu tim MA KJB, serta satu tim Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan Taman Nasional Berbak Sembilang (Brigdalkarhut TNBS).
Sinergi di sektor Berbak tersebut turut didukung oleh personel BPBD, petugas pemadam kebakaran daerah, RPK PT Madina Agro Lestari (MYJ), serta keterlibatan aktif masyarakat sekitar.
Hingga saat ini, Satgas Karhutla Jambi terus melakukan proses pemadaman dan pendinginan (cooling down) di seluruh titik lokasi guna memastikan tidak ada sisa bara api di bawah permukaan tanah.
Upaya pendinginan ekstra ketat ini menjadi prioritas utama mengingat karakteristik tanah gambut yang sangat mudah menyulut api kembali, terlebih di tengah kondisi cuaca kering yang berpotensi memicu perluasan karhutla (ant).
Sumber : Antara