BNPP RI dan Malaysia Bahas Pembukaan Kembali Perdagangan Tebedu-Entikong

Uray Ronald • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 22:34 WIB
Mendagri Muhammad Tito Karnavian selaku Kepala BNPP RI (kiri) berfoto bersama Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato
Mendagri Muhammad Tito Karnavian selaku Kepala BNPP RI (kiri) berfoto bersama Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato' Muzaffar Shah Mustafa di sela-sela forum "Indonesia Border Partnership Coffee Morning" di Kantor Sekretariat Tetap BNPP RI, Jakarta, Rabu (16/9/2026). (ANTARA/BNPP RI)

 

PONTIANAK POST - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI dan Pemerintah Malaysia membahas penguatan aktivitas ekonomi lintas batas, termasuk rencana pembukaan kembali perdagangan antara Tebedu dan Entikong. Pembahasan tersebut berlangsung dalam forum Indonesia Border Partnership Coffee Morning di Jakarta, Rabu (16/9).

Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI dan Pemerintah Malaysia membahas penguatan aktivitas ekonomi lintas batas, termasuk rencana pembukaan kembali perdagangan antara Tebedu dan Entikong.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam forum Indonesia Border Partnership Coffee Morning bertema Strengthening Cooperation in Managing Our Border to Foster Prosperity di Kantor Sekretariat Tetap BNPP RI, Jakarta, Rabu (16/9).

Forum tersebut membahas pengelolaan perbatasan yang tidak hanya berkaitan dengan aspek kedaulatan, tetapi juga pengembangan aktivitas ekonomi, perdagangan lintas batas, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Kepala BNPP RI mengatakan kawasan perbatasan perlu dikembangkan sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi.

Menurut Tito, pembangunan perbatasan harus mampu memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat sekaligus memperkuat interaksi dengan negara tetangga.

"Perbatasan bukan lagi sekadar 'halaman belakang' Indonesia. Kami ingin menciptakan perbatasan sebagai 'halaman depan' negara," kata Tito.

Baca Juga: BTA Sudah Berlaku, Perdagangan Entikong-Tebedu Belum Normal

Ia mengatakan pengembangan kawasan perbatasan perlu memperhatikan berbagai aktivitas masyarakat, termasuk hubungan sosial, budaya, dan kegiatan ekonomi yang telah berlangsung lintas batas.

Dalam konteks tersebut, penguatan perdagangan dan konektivitas menjadi bagian penting untuk menciptakan kawasan perbatasan yang lebih produktif.

BCA Berlaku, Perdagangan Tebedu-Entikong Bakal Dibuka Kembali

Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato' Muzaffar Shah Mustafa menyoroti mulai berlakunya Border Crossing Agreement (BCA) pada 17 Juli 2026 serta rencana pembukaan kembali perdagangan perbatasan antara Tebedu dan Entikong.

Menurut Muzaffar, kerja sama tersebut dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat kegiatan ekonomi lintas batas.

"Hal ini merupakan langkah penting dalam memfasilitasi pergerakan masyarakat secara tertib, mendukung kegiatan ekonomi lintas batas serta meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat di kedua sisi perbatasan," ujar Muzaffar.

Muzaffar mengatakan masyarakat di kawasan perbatasan memiliki keterkaitan yang erat, terutama dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

Menurut dia, pengelolaan perbatasan perlu memperhatikan aktivitas masyarakat yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

"Hal ini sangat penting karena masyarakat di kedua sisi perbatasan memandang perbatasan bukan sekadar garis di peta. Perbatasan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari mereka, keluarga, mata pencaharian, kegiatan usaha serta hubungan sosial dan budaya yang telah terjalin selama bertahun-tahun," katanya.

Baca Juga: Indonesia-Malaysia Perkuat Perdagangan Lintas Batas di Entikong-Tebedu

BNPP dan Malaysia Bahas Pengelolaan Perbatasan

Selain Tebedu-Entikong, Tito menyampaikan BNPP RI bersama kementerian dan lembaga terkait telah membentuk tim khusus untuk membahas persoalan Pulau Sebatik bersama Pemerintah Malaysia.

"Pembicaraan yang bersahabat dan diskusi (pihak Malaysia) yang sangat produktif telah dilakukan dan kami telah menyelesaikan sejumlah area sengketa, tetapi sekarang kami sejujurnya sedang fokus pada Pulau Sebatik," ucapnya.

Muzaffar juga menyampaikan perkembangan positif dalam komunikasi kedua negara terkait Pulau Sebatik.

Menurutnya, penyelesaian persoalan perbatasan dapat memberikan kepastian bagi masyarakat yang tinggal dan menjalankan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

"Sebagaimana disampaikan Yang Mulia Menteri sebelumnya mengenai Sebatik, menurut saya telah terdapat perkembangan yang sangat positif. Kedua lembaga yang bertanggung jawab telah melakukan pertemuan dan secara aktif berkomunikasi untuk menyelesaikan berbagai persoalan tersebut. Dari informasi yang saya terima, kemajuan yang dicapai juga sangat positif," ucapnya.*

 

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
perdagangan lintas batas Tebedu-Entikong perdagangan Tebedu-Entikong BNPP RI Perbatasan Indonesia-Malaysia