PONTIANAK POST - Kementerian Kehutanan Republik Indonesia memastikan kesiapan strategi mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara komprehensif di seluruh kawasan konservasi nasional. Langkah perlindungan intensif ini ditempuh guna menyelamatkan ekosistem kekayaan hayati serta memproteksi kelestarian satwa liar dari ancaman bencana kebakaran.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa pemadaman api di lapangan harus berjalan selaras dengan misi perlindungan satwa endemik Indonesia.
"Berjuang memadamkan api itu penting, tapi tak kalah penting adalah memproteksi satwa liar kita yang merupakan kekayaan yang luar biasa yang harus kita proteksi secara bersama-sama," kata Menhut dalam keterangannya yang diterima di Surakarta, Jawa Tengah, Senin.
Raja Juli menjelaskan bahwa mitigasi preventif dilaksanakan secara berkesinambungan memanfaatkan teknologi Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi), pendirian pos pantau daerah, serta pembentukan tim pemadam gabungan antar-instansi.
Adapun dalam aspek eksekusi teknis pemadaman darat, tim di lapangan diperkuat armadanya dengan mobil slip on, dikombinasikan dengan dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta pengerjaan pemadaman udara melalui helikopter water bombing.
Transformasi BLU Taman Nasional Way Kambas
Salah satu kawasan konservasi utama yang menjadi fokus pemantauan ketat pemerintah adalah Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Provinsi Lampung. Saat menerima kunjungan Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Kaja Gloom, Menhut mengungkapkan bahwa TNWK kini tengah dalam proses peralihan status menjadi Badan Layanan Umum (BLU).
Transisi tata kelola tersebut ditujukan untuk memperkuat skema manajemen mandiri serta efisiensi pembiayaan taman nasional di bawah koordinasi Satgas Pembiayaan Taman Nasional.
Untuk menopang ketahanan kawasan TNWK dari potensi karhutla, pemerintah telah mensiagakan 17 anggota Manggala Agni dan 44 personel polisi kehutanan.
Kesiapan logistik di lokasi mencakup penyiapan tujuh unit kendaraan roda empat, 33 unit kendaraan operasional roda dua dan tiga, delapan set mesin pompa air lengkap, 60 unit jetshooter, serta dua tenda darurat. Pengecekan sarana-prasarana bersama Duta Besar Norwegia tersebut menjadi bukti komitmen transparansi Indonesia dalam perlindungan kawasan konservasi secara berkelanjutan (ant).
Sumber : Antara