Antisipasi Karhutla Meluas, Pemkab Barito Utara Siagakan Alat Berat di Teweh Selatan

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 11:49 WIB
Bupati Barito Utara Shalahuddin (kelima kanan) melakukan peninjauan langsung ke lokasi karhutla di Kecamatan Teweh Selatan, Minggu (20/9). (ANTARA/HO-Diskominfosandi Barito Utara)
Bupati Barito Utara Shalahuddin (kelima kanan) melakukan peninjauan langsung ke lokasi karhutla di Kecamatan Teweh Selatan, Minggu (20/9). (ANTARA/HO-Diskominfosandi Barito Utara)

PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat menyiagakan jajaran alat berat di wilayah Kecamatan Teweh Selatan sebagai langkah responsif mengantisipasi potensi meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penyiapan armada teknik ini difokuskan untuk mempercepat proses pemadaman darat di area rawan bencana.

Pj Bupati Barito Utara Shalahuddin menegaskan bahwa keberadaan alat berat di lapangan memegang peranan krusial dalam mendukung kelancaran taktis tim pemadam.

“Alat berat itu nantinya dapat difungsikan secara optimal, terutama untuk membuka akses jalan menuju titik api, membuat sekat bakar (firebreak), maupun membantu memutus jalur penyebaran api agar tidak meluas,” kata Shalahuddin di Muara Teweh, Senin.

Instruksi penyiagaan armada tersebut disampaikan Shalahuddin saat memimpin peninjauan langsung ke lokasi rawan karhutla di Kecamatan Teweh Selatan pada Minggu (20/9). Inspeksi lapangan ini ditujukan untuk memverifikasi kesiapan personel, kelayakan peralatan operasional, serta soliditas koordinasi antarunsur terkait dalam merespons ancaman karhutla.

Shalahuddin menilai Kecamatan Teweh Selatan menjadi salah satu zona merah yang membutuhkan perhatian intensif serta tingkat kesiapsiagaan tinggi. Kondisi geografis yang menantang menuntut ketersediaan sarana pendukung yang siap dimobilisasi sewaktu-waktu tanpa hambatan teknis.

Perkuat Koordinasi Lintas Sektor dan Partisipasi Warga

Shalahuddin meminta seluruh perangkat daerah terkait untuk memastikan seluruh alat utama dalam keadaan siap operasi. Ia mengingatkan jajarannya agar tidak lalai dalam pemeliharaan sarana prasarana sehingga tidak terjadi kendala saat darurat bencana terjadi.

“Kita harus siap dan responsif terhadap setiap situasi di lapangan. Jangan sampai ketika dibutuhkan, peralatan justru belum siap,” ujar Pj Bupati.

Di samping kesiapan logistik fisik, Pemkab Barito Utara menekankan pentingnya sinergi lintas instansi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, hingga masyarakat peduli api. Pola koordinasi yang padu diyakini menjadi kunci utama agar titik api dapat dipadamkan sebelum membesar.

Pemerintah Kabupaten Barito Utara turut mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta menghentikan segala bentuk aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar yang berpotensi memicu bencana karhutla (ant).
Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
Kecamatan Teweh Selatan barito utara karhutla alat berat