Kemenperin Memperkuat Pasar Industri Halal Nasional di Halal Indo 2026

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 12:07 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. ANTARA/HO-Kemenperin
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. ANTARA/HO-Kemenperin

PONTIANAK POST - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia terus memperkuat penetrasi pasar industri halal nasional melalui keikutsertaan dalam Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2026. Ajang pameran internasional yang dijadwalkan berlangsung pada 24–27 September 2026 di Tangerang, Banten, ini difokuskan untuk mengoptimalkan potensi produk lokal di tingkat domestik maupun mancanegara.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa penguatan ekosistem industri halal harus dijalankan secara terintegrasi dan berkesinambungan.

"Halal Indo 2026 menjadi salah satu momentum untuk mempertemukan kekuatan industri dalam negeri dengan peluang pasar yang lebih luas,” kata Menperin dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Menperin menjelaskan bahwa strategi penguatan mencakup peningkatan kapasitas pelaku industri, fasilitasi sertifikasi, promosi produk, hingga perluasan akses pasar internasional. Langkah ini diambil guna mendukung target pemerintah menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat industri halal dunia melalui produk yang produktif, inovatif, dan berdaya saing tinggi.

Pameran Halal Indo 2026 sendiri bakal menempati area seluas 12.740 meter persegi dengan menargetkan lebih dari 30 ribu pengunjung. Pameran ini melibatkan lebih dari 400 pelaku usaha dari dalam dan luar negeri yang mencakup sektor makanan-minuman, farmasi, kosmetik, tekstil, keramik, hingga kawasan industri halal.

Fasilitas Paviliun Kemenperin dan Sinergi TKDN

Sekretaris Jenderal Kemenperin Eko SA Cahyanto mengungkapkan bahwa Kemenperin telah menyiapkan Paviliun Kementerian Perindustrian seluas 1.818 meter persegi. Paviliun ini memuat main booth, 174 standard booth, area layanan halal oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Kemenperin, layanan publik, serta showcase pemenang Indonesia Halal Industry Awards (IHYA).

"Antusiasme pelaku industri untuk berpartisipasi cukup tinggi. Sejak pendaftaran fasilitasi booth dibuka pada 25 Mei 2026, sebanyak 236 pelaku industri mendaftar. Melalui proses kurasi bersama unit pembina sektor, ditetapkan 174 peserta atau co-exhibitor Paviliun Kemenperin, yang terdiri atas 20 industri besar dan 154 industri kecil dan menengah," ungkap Eko.

Guna memperluas jangkauan potential buyers asing, Kemenperin berkolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perdagangan dalam mendiseminasikan informasi peserta kepada perwakilan RI di luar negeri. Di samping itu, ajang IHYA 2026 turut digelar dengan berhasil menjaring 1.091 peserta, di mana 97 di antaranya berhasil melaju hingga tahap penjurian.

Eko menekankan bahwa integrasi antara sertifikasi halal dan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) menjadi kunci utama untuk memperkuat posisi produk manufaktur Indonesia, baik dalam pengadaan pemerintah, pasar domestik, maupun kompetisi ekspor global (ant).
Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
Halal Indo Kemenperin pasar industri pasar global