Kemendag Sebut Program MBG Berpotensi Seimbangkan Pasokan dan Permintaan Bapok

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 14:28 WIB
Menteri Perdagangan Budi Santoso (kanan) tengah mengunjungi lapak pedagang pasar tradisional dalam kunjungan kerja di Pasar Potrojayan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (21/9). (ANTARA/Agung Dwi Prakoso)
Menteri Perdagangan Budi Santoso (kanan) tengah mengunjungi lapak pedagang pasar tradisional dalam kunjungan kerja di Pasar Potrojayan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (21/9). (ANTARA/Agung Dwi Prakoso)

PONTIANAK POST - Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah berpotensi memberikan dampak positif yang signifikan dalam menyeimbangkan pasokan dan permintaan (supply and demand) bahan pokok (bapok) di pasar nasional.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa tingginya kebutuhan bahan pangan mentah untuk diolah menjadi menu MBG akan mengoptimalkan tingkat penyerapan hasil produksi petani maupun peternak lokal.

"Ya penyerapannya kan malah bagus. Jadi justru menjadi seimbang (pasokan dengan pasar)," kata Budi dalam kunjungan kerja di Pasar Potrojayan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin.

Budi memaparkan salah satu contoh konkret dampak positif MBG adalah pada komoditas telur ayam nasional yang saat ini mencatatkan surplus produksi hingga 12 persen. Program MBG hadir sebagai penyerap potensial yang mampu menampung kelebihan pasokan telur serta daging ayam langsung dari peternak.

Dengan adanya penyerapan yang terstruktur dan berkelanjutan, Kemendag meyakini ekosistem pasar dapat berputar secara sehat dari rantai hulu hingga ke hilir.

"Jadi bagus semua ekosistem ekonominya berjalan. Ketika kita berproduksi, penyerapannya ada," ujarnya.

Dorong Stabilitas Harga Tanpa Memicu Lonjakan

Lebih lanjut, Mendag menepis kekhawatiran publik mengenai risiko kenaikan harga bahan pokok akibat masifnya pengadaan untuk program MBG. Menurutnya, kepastian permintaan (demand) yang konsisten setiap hari justru membuat pergerakan harga di pasar eceran cenderung stabil dan terprediksi.

"Jadi harga juga malah stabil karena permintaannya kan ada terus gitu kan ya, enggak naik turun," tutur Budi.

Budi memastikan bahwa pelaksanaan program MBG tidak memicu lonjakan harga barang di pasaran, seperti yang terpantau pada peninjauan harga komoditas utama di Pasar Potrojayan, Sleman, yang tetap berada dalam batas wajar.

"Ya enggak (bikin harga tinggi), kan semua masih sesuai harga acuan kan," kata Mendag mengakhiri penjelasannya (ant).
Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
permintaan bahan pokok kemendag Makan Bergizi Gratis menteri perdagangan