Kemendag Proyeksikan Realisasi DMO Minyakita September 2026 Meningkat Seiring Kenaikan Ekspor CPO

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 14:49 WIB
Pedagang memindahkan kemasan minyak goreng merek Minyakita setelah menerima distribusi dari Perum Bulog di Pasar Johar, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (23/6/). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom).
Pedagang memindahkan kemasan minyak goreng merek Minyakita setelah menerima distribusi dari Perum Bulog di Pasar Johar, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (23/6/). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom)

PONTIANAK POST - Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI memperkirakan realisasi volume domestic market obligation (DMO) minyak goreng kemasan rakyat, Minyakita, pada September 2026 bakal mengalami kenaikan signifikan. Tren positif ini berbanding lurus dengan peningkatan volume ekspor crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah nasional.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Bambang Wisnubroto mengungkapkan bahwa realisasi DMO Minyakita hingga medio September 2026 telah menembus 106.003 ton. Angka ini diproyeksikan akan terus merangkak naik hingga penghujung bulan.

"Kami prediksi realisasi pada bulan September ini di akhir bulan akan lebih tinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya, karena tren ekspor CPO juga meningkat," kata Bambang di Jakarta, Senin.

Bambang memaparkan bahwa pemenuhan kewajiban DMO ini difokuskan untuk mengamankan ketersediaan stok minyak goreng domestik serta memperkuat jalur distribusi, utamanya menjelang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2026 dan Tahun Baru (Nataru) 2027.

Langkah mitigasi ini dinilai sangat krusial mengingat terdapat delapan provinsi di kawasan Indonesia timur yang mencatatkan harga Minyakita lebih dari 5 persen di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Delapan wilayah tersebut meliputi Papua Barat Daya, Papua, Maluku, Papua Selatan, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Mobilisasi Stok BUMN Pangan Penetrasi Kawasan Timur

Guna meredam ketimpangan harga di wilayah timur, Kemendag mendorong BUMN Pangan—khususnya Perum Bulog dan ID FOOD—untuk secara masif dan berlanjut menggelontorkan pasokan Minyakita langsung ke pasar-pasar rakyat.

Berdasarkan pemetaan Kemendag, penguasaan stok Minyakita oleh holding BUMN Pangan saat ini telah mencapai 523.577 ton atau setara 48,55 persen dari total stok nasional. Porsi terbesar dikuasai oleh Perum Bulog sebesar 370.854 ton (34,38 persen), disusul ID FOOD yang memegang persediaan sebesar 152.723 ton.

Bambang mengapresiasi kinerja distribusi Perum Bulog ke pasar rakyat yang saat ini penetrasinya telah menyentuh angka 82,26 persen.

Dengan ketersediaan stok yang tebal pada BUMN Pangan, pemerintah menginstruksikan percepatan mobilisasi logistik Minyakita ke kawasan Indonesia timur agar harga eceran di tingkat konsumen dapat kembali stabil dan sesuai HET (ant).
Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
realisasi DMO kemendag MinyaKita Ekspor CPO