PONTIANAK POST - Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, memperkuat dukungan mobilisasi petugas di lapangan. Langkah ini diambil lantaran sulitnya akses menuju lokasi titik api serta keterbatasan sumber air di area kebakaran masih menjadi hambat utama penanganan karhutla.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Batang Hari Sholihin menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menyokong ketersediaan kendaraan operasional.
"Kebutuhan peralatan pemadaman secara bertahap telah mendapat dukungan dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jambi," kata Sholihin di Muara Bulian, Senin.
Ia memaparkan bahwa peralatan pemadaman pendukung seperti pompa air, selang pemadam, hingga alat pelindung diri (APD) petugas telah disalurkan bertahap oleh pemerintah pusat dan Pemprov Jambi. Namun, kecepatan mobilisasi armada pengangkut personel menuju lokasi terisolasi menjadi kunci vital yang kini diprioritaskan.
Ketersediaan armada yang tangguh dinilai sangat mendesak mengingat kendala medan ekstrem sering kali menghambat penetrasi pemadaman darat.
Luas Karhutla Tembus 678 Hektare dan Opsi Water Bombing
Berdasarkan data resmi BPBD Kabupaten Batang Hari, akumulasi luas lahan yang hangus terbakar sejak Januari hingga 7 September 2026 telah menembus lebih dari 678 hektare. Luasan tersebut berasal dari 174 kejadian kebakaran yang tersebar di delapan kecamatan.
Kecamatan Muara Bulian mencatatkan kerusakan terluas, yakni mencapai 422,49 hektare lahan terbakar.
Hambatan akses darat dan air juga sempat melumpuhkan penanganan karhutla di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin. Akibat lokasi yang tidak memungkinkan ditempuh jalur darat, Satgas terpaksa mengerahkan helikopter water bombing untuk melakukan pemadaman dari udara.
Melalui rapat evaluasi berkala ini, Sholihin berharap kesiapsiagaan serta respons cepat personel Satgas di lapangan dapat makin teruji sehingga potensi perluasan karhutla dapat ditekan serendah mungkin. (ant)
Sumber : Antara