Viral Tiga Pasien Meninggal Akibat Kabut Asap Karhutla Ditelusuri, ISPU Konsisten Berbahaya

Danang Prasetyo • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 18:05 WIB
UDARA PEKAT: Kabut asap menyelimuti wilayah Kabupaten Kayong Utara. Konsentrasi PM2,5 di sejumlah titik pemantauan tercatat menembus 2.000 µg/m³, sementara kualitas udara berada pada kategori berbahaya, Minggu (21/9). Kondisi ini sudah berlangsung berhari-hari. (DANANG/PONTIANAK POST)
UDARA PEKAT: Kabut asap menyelimuti wilayah Kabupaten Kayong Utara. Konsentrasi PM2,5 di sejumlah titik pemantauan tercatat menembus 2.000 µg/m³, sementara kualitas udara berada pada kategori berbahaya, Senin (21/9). Kondisi ini sudah berlangsung berhari-hari. (DANANG/PONTIANAK POST)

 

PONTIANAK POST — Kabar meninggalnya tiga pasien di tengah memburuknya kualitas udara di Kabupaten Kayong Utara menjadi perhatian. Informasi yang disampaikan seorang tenaga kesehatan melalui media sosial menyebut ketiga pasien mengalami bronkopneumonia. Namun, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kayong Utara menegaskan penyebab kematian dan kaitannya dengan kabut asap masih harus ditelusuri melalui rekam medis.

Kabar tersebut mencuat ketika kualitas udara di sembilan wilayah pemantauan Kayong Utara berada pada kategori berbahaya, Senin (21/9). Pada hari yang sama, Dinkes mencatat 110 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Informasi mengenai tiga pasien meninggal sebelumnya beredar melalui unggahan akun media sosial X @ajeng_ap. Pemilik akun yang disebut sebagai tenaga kesehatan rumah sakit setempat mengungkapkan tiga pasien yang meninggal terdiri atas seorang bayi, seorang balita, dan seorang remaja.

Kabarnya, ketiganya sempat mendapat perawatan di RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I Kayong Utara. Dalam unggahannya, pemilik akun menyebut ketiga pasien mengalami bronkopneumonia.

“Sudah berbulan-bulan kami di Kalimantan dikepung kebakaran di mana-mana. Asap mengepul tiada henti. ISPU sampai di atas 1.000, racun yang kami hirup,” tulis akun tersebut.

UNGGAHAN TENAGA KESEHATAN: Tangkapan layar unggahan akun X @ajeng_ap yang menyampaikan kabar tiga pasien meninggal dengan bronkopneumonia di Kayong Utara. Dinkes KB masih menelusuri rekam medis untuk memastikan penyebab kematian dan kaitannya dengan kabut asap.
UNGGAHAN TENAGA KESEHATAN: Tangkapan layar unggahan akun X @ajeng_ap yang menyampaikan kabar tiga pasien meninggal dengan bronkopneumonia di Kayong Utara. Dinkes KB masih menelusuri rekam medis untuk memastikan penyebab kematian dan kaitannya dengan kabut asap.

Unggahan itu juga menggambarkan kondisi tenaga kesehatan yang disebut mulai mengalami gangguan kesehatan di tengah paparan kabut asap. Pemilik akun meminta dukungan dan doa agar kondisi segera membaik dan hujan dapat membantu meredakan kebakaran.

Namun, Dinkes KB Kayong Utara belum membenarkan bahwa ketiga kematian tersebut berkaitan dengan kabut asap ataupun karhutla.

Kepala Dinkes KB Kayong Utara, dr. Maria Fransisca, mengatakan pihaknya langsung menelusuri informasi yang beredar. Berdasarkan laporan harian yang diterima dinas, sejauh ini belum tercatat laporan kematian terkait kondisi tersebut.

“Kami cek dulu, sebab tidak ada laporan kematian yang masuk ke kami. Dari laporan harian yang kami kumpulkan setiap hari, tidak ada yang dilaporkan meninggal dunia,” ujar Maria, Senin (21/9).

Dinkes selanjutnya akan meminta data dari rumah sakit untuk memastikan diagnosis dan penyebab kematian ketiga pasien. Penelusuran membutuhkan resume medis sehingga harus dilakukan melalui koordinasi resmi dengan pihak rumah sakit.

“Langkah kami besok akan melakukan penelusuran ke rumah sakit guna mengetahui dugaan penyebab kematian yang lengkap. Karena memerlukan resume medis, kami harus bersurat ke direktur rumah sakit terlebih dahulu,” jelasnya.

Maria mengatakan pihaknya juga telah berkomunikasi dengan dokter yang menangani pasien untuk memperoleh informasi awal. Namun, diagnosis dan posisi bronkopneumonia—apakah sebagai penyakit utama atau penyakit penyerta—belum dapat dipastikan tanpa pemeriksaan rekam medis.

“Kami sudah kontak dokternya. Kemungkinan sebagai penyakit penyerta atau justru sebagai penyakit utama. Kabar tersebut saat ini belum dapat dipastikan. Setelah didapati kepastian dari penelusuran besok, tentu akan segera kami laporkan,” katanya.

Udara Sembilan Wilayah Berbahaya

Terlepas dari kabar kematian yang masih diverifikasi, data resmi Dinkes menunjukkan kualitas udara Kayong Utara memang berada pada kondisi serius.

Hasil pengukuran pukul 10.00 WIB, Minggu (21/9), menunjukkan ISPU di dalam maupun luar ruangan pada sembilan wilayah layanan puskesmas seluruhnya mencapai ≥300 atau kategori berbahaya.

Wilayah tersebut meliputi Sukadana, Siduk, Teluk Melano, Sungai Paduan, Teluk Batang, Telaga Arum, Dusun Besar, Matan Jaya, dan Tanjung Satai.

Konsentrasi PM2,5 luar ruangan juga sangat tinggi. Sukadana tercatat 2.394 mikrogram per meter kubik (µg/m³), Sungai Paduan 2.333 µg/m³, Tanjung Satai 2.157 µg/m³, Dusun Besar 1.517 µg/m³, dan Telaga Arum 1.226 µg/m³.

Kondisi buruk tersebut bukan hanya terjadi sehari. Data Dinkes menunjukkan sebagian besar hingga seluruh titik pemantauan berada pada kategori berbahaya dalam beberapa hari terakhir.

ISPA Naik Jadi 110 Kasus

Tekanan terhadap kesehatan masyarakat juga terlihat dari perkembangan kasus ISPA. Pada 17 September tercatat 103 kasus, kemudian mencapai 125 kasus pada 19 September. Setelah tercatat 12 kasus pada 20 September, jumlah kasus kembali meningkat menjadi 110 kasus pada 21 September.

Tiga puskesmas dengan akumulasi kasus ISPA tertinggi sepanjang 1–21 September adalah Teluk Batang 255 kasus, Teluk Melano 244 kasus, dan Sukadana 168 kasus.

Data tersebut menunjukkan tingginya beban penyakit pernapasan bersamaan dengan buruknya kualitas udara. Namun, korelasi waktu tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh kasus ISPA maupun tiga kematian yang sedang ditelusuri disebabkan paparan asap karhutla. Penentuan penyebab kematian memerlukan diagnosis klinis dan rekam medis masing-masing pasien.

Dinkes mengimbau masyarakat menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan, memperbanyak minum air putih, dan segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan.

UDARA BERBAHAYA: Kabut asap menyelimuti Kabupaten Kayong Utara, Senin (21/9). Kualitas udara di sembilan wilayah pemantauan berada pada kategori berbahaya, sementara Dinkes mencatat 110 kasus ISPA pada hari yang sama. (Dinkes KKU)
UDARA BERBAHAYA: Kabut asap menyelimuti Kabupaten Kayong Utara, Senin (21/9). Kualitas udara di sembilan wilayah pemantauan berada pada kategori berbahaya, sementara Dinkes mencatat 110 kasus ISPA pada hari yang sama. (Dinkes KKU)

Selain ISPA, kasus diare juga terus dipantau. Hingga 21 September, tiga puskesmas dengan kasus tertinggi adalah Teluk Melano 47 kasus, Sukadana 23 kasus, dan Telaga Arum 19 kasus. (dan)

 

DATA KESEHATAN & UDARA KAYONG UTARA

Indikator Data
Kabar pasien meninggal 3 orang
Kelompok usia 1 bayi, 1 balita, 1 remaja
Kondisi disebut di medsos Bronkopneumonia
Kaitan dengan kabut asap Belum terkonfirmasi
Status Dinkes Penelusuran rekam medis
ISPA 21 September 110 kasus
ISPA tertinggi 1–21 September Teluk Batang 255 kasus
  Teluk Melano 244 kasus
  Sukadana 168 kasus
Wilayah dengan ISPU ≥300 9 wilayah pemantauan
Kategori kualitas udara Berbahaya

PM2,5 LUAR RUANGAN — 21 SEPTEMBER

Wilayah PM2,5
Sukadana 2.394 µg/m³
Sungai Paduan 2.333 µg/m³
Tanjung Satai 2.157 µg/m³
Dusun Besar 1.517 µg/m³
Telaga Arum 1.226 µg/m³

Catatan grafis: Tiga kematian masih dalam penelusuran Dinkes KB Kayong Utara. Belum dapat disimpulkan bahwa bronkopneumonia maupun kematian ketiga pasien disebabkan paparan kabut asap.

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
kematian akibat ispa kalimantan kayong utara karhutla kabut asap