PONTIANAK POST - Cuaca kering masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia pada Rabu, namun hujan dengan intensitas ringan hingga lebat tetap berpotensi terjadi di sejumlah daerah, termasuk Pontianak yang diprakirakan mengalami hujan disertai petir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai perubahan cuaca yang dapat terjadi secara lokal.
Prakirawan BMKG Adelia Febby dalam siaran yang dipantau dari Jakarta, Rabu, menjelaskan kondisi atmosfer dipengaruhi sirkulasi siklonik atau pusaran angin di Samudera Pasifik utara Papua dan pesisir selatan Vietnam.
Fenomena tersebut memicu pertemuan sekaligus perlambatan angin di sejumlah kawasan, mulai dari Teluk Thailand, Laut Cina Selatan, Laut Natuna, Laut Filipina, hingga perairan Maluku Utara dan Papua.
“Kondisi itu berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitarnya,” kata Adelia.
Untuk kawasan Indonesia bagian barat, hujan petir berpotensi mengguyur Pontianak dan Tanjung Selor. Sementara Medan diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang.
Hujan ringan berpeluang terjadi di Padang, Pekanbaru, Pangkal Pinang, Serang, dan Bandung.
Di Indonesia bagian timur, Nabire berpotensi mengalami hujan sedang. Adapun hujan ringan diprakirakan terjadi di Mamuju, Palu, Jayapura, dan Jayawijaya.
Waspadai Kabut dan Gelombang Tinggi
BMKG meminta masyarakat tidak mengabaikan potensi hujan lebat yang dapat muncul secara lokal meskipun kondisi kering masih menjadi gambaran umum cuaca di berbagai wilayah Indonesia.
Selain hujan, kondisi udara kabur juga berpotensi terjadi di sejumlah daerah. Wilayah yang berpeluang mengalami kondisi tersebut mencakup sebagian besar Sumatera bagian tengah hingga selatan serta Kalimantan bagian selatan, tengah, dan timur. Sorong dan Manokwari juga berpotensi mengalami kondisi serupa.
Bagi masyarakat yang menggunakan transportasi udara, BMKG mengingatkan adanya potensi awan hujan atau cumulonimbus di sejumlah wilayah. Potensi tersebut mencakup Sumatera, Laut Natuna Utara, Kalimantan, Sulawesi, bagian utara Selat Makassar, Papua, hingga Samudera Pasifik utara Papua.
Pengguna jasa penerbangan diimbau terus mengikuti pembaruan informasi cuaca dari bandara maupun maskapai penerbangan sebelum dan selama melakukan perjalanan.
Di sektor maritim, angin di wilayah Indonesia secara umum diprakirakan bertiup dengan kecepatan 5 hingga 25 knot. Sejumlah perairan di sekitar Sumatera, Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua berpotensi mengalami gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter.
Gelombang yang lebih tinggi, yakni 2,5 hingga 4 meter, berpotensi terjadi di Samudera Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung serta Samudera Hindia selatan Banten hingga Jawa Timur.
BMKG mengimbau masyarakat menyesuaikan aktivitas dan perjalanan dengan perkembangan kondisi cuaca serta rutin memantau informasi terbaru melalui kanal resmi BMKG. (ant)
Editor : Basilius Andreas GasSumber : Antara