PONTIANAK POST - Pemerintah membentuk tim khusus untuk mengkaji rencana menggratiskan biaya kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN). Tim tersebut akan menghitung kebutuhan anggaran sekaligus menyusun tahapan pelaksanaan program.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan tim khusus itu dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dan melibatkan sejumlah kementerian terkait, termasuk Kementerian Sekretariat Negara dan Kementerian Keuangan.
"Bapak Presiden juga menginstruksikan untuk dilakukan telaah lebih dalam lagi, dibentuk tim khusus yang dipimpin Pak Menko PMK untuk men-breakdown lagi hitungan-hitungan," ujar Brian di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/9).
Baca Juga: Kuliah Gratis PTN Disiapkan Bertahap, Pemerintah Hitung Kemampuan APBN
Kebutuhan Anggaran Dihitung Ulang
Brian mengatakan tim khusus akan menghitung secara lebih rinci kebutuhan anggaran untuk program kuliah gratis di PTN.
Selain kebutuhan anggaran, tim tersebut akan menyusun tahapan pelaksanaan agar rencana yang diarahkan Presiden Prabowo Subianto dapat dijalankan secara bertahap.
Kajian tersebut ditargetkan menghasilkan perhitungan yang lebih rinci dalam waktu sekitar dua minggu hingga satu bulan.
"Harapannya, dalam waktu barangkali dua minggu sampai satu bulan, kita akan mendapatkan lagi hitungan-hitungan yang lebih rasional dan tahapan-tahapan yang lebih baik," katanya.
Baca Juga: Prabowo Minta Pendidikan Gratis Dimulai dari TK, PIP TK Berlaku 2027
Hasil Kajian Dilaporkan kepada Presiden
Brian menuturkan hasil kajian tim khusus nantinya akan dilaporkan kembali kepada Presiden Prabowo melalui Menko PMK.
Laporan tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan langkah dan tahapan pelaksanaan program kuliah gratis di PTN.
Brian menegaskan pemerintah tetap menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo untuk menggratiskan biaya kuliah di PTN. Namun, pelaksanaannya tidak dilakukan secara langsung karena masih harus melalui sejumlah tahapan.
"Harapannya, tentu Bapak Presiden menginginkan secepat-cepatnya program menggratiskan uang kuliah ini bisa dijalankan. Namun, tentu kita akan melalui tahapan-tahapan, tidak langsung," imbuhnya.*
Editor : Uray RonaldSumber : Antara