Jangan Ada Lagi Kru Kapal Tinggalkan Penumpang, Banyak Jasad Terjebak di KM Virgo

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 23:45 WIB
Tim SAR gabungan mengevakuasi dua jasad yang baru ditemukan untuk dinaikkan ke Helikopter HR 3601 pada operasi SAR hari kesembilan kecelakaan KM Virgo Transport 8, di perairan Masalembo, Laut Jawa, Senin (21/9). (ANTARA/HO-Basarnas)
Tim SAR gabungan mengevakuasi dua jasad yang baru ditemukan untuk dinaikkan ke Helikopter HR 3601 pada operasi SAR hari kesembilan kecelakaan KM Virgo Transport 8, di perairan Masalembo, Laut Jawa, Senin (21/9). (ANTARA/HO-Basarnas)

 

PONTIANAK POST — Penyelam gabungan melihat sejumlah korban KM Virgo Transport 8 masih terjebak di kamar-kamar kapal yang tenggelam di Laut Jawa. Sebagian korban diduga terjepit dan belum dapat dievakuasi karena arus menguat serta air keruh membatasi pergerakan penyelam.

Hingga Rabu (23/9) pukul 15.00, sebanyak 128 dari 243 orang dalam manifes telah dievakuasi. Sebanyak 108 orang ditemukan selamat dan 20 meninggal dunia, sedangkan 115 lainnya masih dalam pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan pencarian difokuskan pada kamar penumpang di dalam badan kapal. Tim membuka akses dengan memecahkan kaca jendela sejumlah ruangan.

“Sudah banyak terlihat penumpang yang terjebak di dalam kamar kapal. Beberapa korban sudah dicoba ditarik menggunakan tali, tetapi tidak bisa. Sepertinya ada korban terjepit,” kata Putu.

Arus Hambat Evakuasi

Penyelam menemukan korban di dalam sejumlah kamar, tetapi tidak seluruhnya dapat segera diangkat. Kondisi bawah air memburuk menjelang sore karena arus semakin kuat dan air menjadi keruh.

“Tim penyelam tidak bisa mengevakuasi korban yang sudah terlihat karena air keruh dan arus cukup kencang,” ujarnya.

Pencarian diarahkan ke kamar penumpang kelas ekonomi dan eksekutif. Tim juga mempertimbangkan pemeriksaan area kendaraan apabila kondisi memungkinkan.

Posisi kapal yang tidak normal membuat kendaraan di dalamnya saling bertindih. Kondisi tersebut meningkatkan risiko bagi penyelam yang harus memasuki bangkai kapal.

“Kalau memungkinkan dan aman, pasti kami laksanakan. Operasi SAR harus mengutamakan keselamatan petugas,” kata Putu.

Operasi penyelaman melibatkan Basarnas Special Group, TNI Angkatan Laut, PT Jasalindo, dan unsur lainnya. Petugas membuka akses ke ruangan kapal satu per satu dengan menyesuaikan kekuatan arus dan jarak pandang di bawah air.

Keselamatan Pelayaran Diperketat

Di tengah operasi pencarian, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memerintahkan pengetatan pemeriksaan mandiri kelaiklautan kapal dan pelaksanaan latihan darurat secara masif.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut Lollan Panjaitan menyampaikan instruksi tersebut dalam pertemuan daring bersama pemangku kepentingan pelayaran.

“Keselamatan kapal penumpang dan roll-on/roll-off merupakan tanggung jawab bersama. Tidak dapat hanya bergantung pada saat kapal diperiksa petugas,” kata Lollan dalam keterangan resmi, Rabu (23/9).

Direktur Perkapalan dan Kepelautan Samsuddin mengingatkan latihan darurat tidak boleh berhenti pada teori. Awak kapal harus mengenali peralatan keselamatan dan mampu menggunakannya ketika menghadapi situasi genting.

“Harus familier dengan peralatan keselamatan dan mampu menggunakannya ketika darurat,” katanya.

Penumpang Harus Diprioritaskan

Latihan keselamatan diminta menggunakan skenario yang mendekati kondisi sebenarnya. Penumpang juga harus mengetahui tindakan yang perlu dilakukan ketika alarm bahaya berbunyi.

Sebelum kapal berangkat, operator wajib menjelaskan cara menggunakan pelampung, jalur evakuasi, dan lokasi titik kumpul. Informasi tersebut harus mudah dipahami seluruh penumpang, termasuk anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.

“Jangan lagi terjadi saat kecelakaan awak kapal menyelamatkan diri terlebih dahulu, tetapi penumpangnya dibiarkan begitu saja. Ini tidak boleh terjadi lagi,” tegas Samsuddin.

Pernyataan itu menjadi peringatan bagi seluruh operator pelayaran. Namun, dugaan awak KM Virgo Transport 8 meninggalkan penumpang masih memerlukan hasil pemeriksaan resmi untuk memastikan kronologi dan tanggung jawab setiap pihak.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
evakuasi penumpang kapal KM Virgo Transport 8 korban KM Virgo kapal tenggelam Laut Jawa keselamatan pelayaran Indonesia