Karhutla Dekati RSJ Sambang Lihum, 40 Pasien Dievakuasi ke Lokasi Aman

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 07:50 WIB
Polda Kalsel dan tim gabungan setelah berhasil memadamkan titik karhutla di kawasan RSJ Sambang Lihum di Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu. (ANTARA/HO-Polda Kalsel)
Polda Kalsel dan tim gabungan setelah berhasil memadamkan titik karhutla di kawasan RSJ Sambang Lihum di Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu. (ANTARA/HO-Polda Kalsel)

PONTIANAK POST - Sekitar 40 pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum, Kalimantan Selatan (Kalsel), dipindahkan ke ruangan yang lebih aman setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendekati kawasan rumah sakit. Evakuasi dilakukan secara internal karena api tidak sampai merembet ke gedung tempat pasien menjalani perawatan.

Kepala Seksi Humas RSJ Sambang Lihum Budi Harmanto mengatakan pemindahan pasien dilakukan untuk mengantisipasi risiko kabut asap dan ancaman karhutla yang berada di sekitar fasilitas rumah sakit.

“Untuk sementara masih di internal kami, hampir 40 pasien dievakuasi ke lokasi yang lebih aman dan tidak dekat dengan titik api,” kata Budi saat dikonfirmasi di Banjarmasin, Rabu.

Pasien dipindahkan ke ruangan Napza dengan mempertimbangkan jaraknya dari titik panas. Dengan langkah tersebut, pasien tetap mendapatkan pengawasan dan pelayanan tanpa harus keluar dari kompleks RSJ Sambang Lihum.

Budi mengatakan pihak rumah sakit juga telah mengamankan area belakang kawasan RSJ Sambang Lihum untuk mencegah api bergerak lebih jauh, terutama menuju lokasi perawatan pasien.

Berdasarkan pembaruan terakhir, kondisi titik api di sekitar rumah sakit telah mereda. Meski demikian, petugas masih melakukan pembasahan untuk memastikan api dan titik panas benar-benar padam sekaligus mencegah munculnya kembali karhutla.

Polda Kalsel Lokalisasi Api

Budi mengatakan pihak rumah sakit tetap berkoordinasi dengan Dinas Sosial apabila kondisi di lapangan berkembang dan membutuhkan evakuasi keluar kawasan rumah sakit.

“Kami tetap berkoordinasi dengan Dinas Sosial apabila kondisi lapangan berkembang, jika diperlukan evakuasi ke luar kawasan rumah sakit, termasuk menyiapkan lokasi yang sesuai dengan kebutuhan pasien,” ucapnya.

Menurut dia, evakuasi keluar kawasan membutuhkan persiapan dan pengamanan yang lebih kompleks. Pasien RSJ Sambang Lihum merupakan pasien khusus yang membutuhkan tempat luas serta pengawasan lebih mendalam selama proses pemindahan.

Budi berharap karhutla segera sepenuhnya teratasi sehingga pasien tidak perlu dievakuasi keluar kawasan rumah sakit. Dengan kondisi tersebut, keselamatan pasien cukup ditangani melalui pemindahan internal ke ruangan yang lebih aman.

Sementara itu, Polda Kalimantan Selatan telah melokalisasi karhutla yang mendekati RSJ Sambang Lihum di Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.

"Kami mengurung area kebakaran agar api tidak menjalar hingga mendekati rumah sakit," kata Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan.

Berdasarkan pantauan drone, luas lahan yang terbakar di lokasi tersebut mencapai sekitar sembilan hektare.

Untuk memperkuat pemadaman di lahan gambut tersebut, petugas menggunakan cairan surfaktan Pyrox Presisi, yakni konsentrat pemadam kebakaran lahan gambut yang diproduksi Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalsel. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
pasien RSJ kawasan rumah sakit Kabupaten Banjar karhutla