Indonesia Bawa Pesan Ketahanan Global ke Sidang Umum PBB ke-81 di New York

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 08:27 WIB
Tangkapan layar - Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono menyampaikan pernyataan pers mengenai rangkaian Sidang ke-81 Majelis Umum PBB, melalui pesan video yang dikirim dari New York, AS, Rabu (23/9). (ANTARA/HO-Kemlu RI)
Tangkapan layar - Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono menyampaikan pernyataan pers mengenai rangkaian Sidang ke-81 Majelis Umum PBB, melalui pesan video yang dikirim dari New York, AS, Rabu (23/9). (ANTARA/HO-Kemlu RI)

PONTIANAK POST - Indonesia akan membawa pesan tentang pentingnya membangun ketahanan global dalam national statement pada Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Sabtu (26/9). Pesan tersebut akan disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono di tengah situasi dunia yang dinilai penuh ketidakpastian.

"National statement Indonesia akan membawa pesan utama tentang pentingnya membangun ketahanan global yang ditopang oleh ketahanan nasional dan kawasan yang kuat," kata Sugiono dalam pernyataan video yang dikirim dari New York, Rabu.

Sugiono mengatakan ketahanan bersama menjadi langkah penting untuk menghadapi berbagai tantangan global yang muncul di berbagai sektor.

Selain ketahanan global, Indonesia akan menyampaikan pandangan strategis mengenai perdamaian dan keamanan internasional, isu Palestina, penguatan sistem multilateralisme, reformasi PBB, serta peningkatan peran negara-negara Global South.

Di sela rangkaian Sidang Umum PBB, Sugiono telah mengikuti sejumlah pertemuan tingkat tinggi dan bilateral.

Indonesia Dorong Perdamaian Palestina

Salah satu agenda yang diikuti Sugiono ialah Pertemuan Tingkat Menteri Group of 8 Arab and Islamic Countries yang beranggotakan Indonesia, Qatar, Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Dalam pertemuan tersebut, para menteri luar negeri berfokus memastikan proses perdamaian menghasilkan perubahan nyata di lapangan.

“Ini berarti terus mendorong gencatan senjata permanen, memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, serta mempercepat pemulihan dan rekonstruksi Gaza," ujar Sugiono.

Masih berkaitan dengan Palestina, Sugiono menghadiri pertemuan The Road Ahead: One Year After the New York Declaration. Pertemuan itu membahas langkah konkret untuk menerapkan Solusi Dua Negara.

Sugiono menekankan peta jalan yang telah disusun pada tahun sebelumnya perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.

Indonesia juga berpartisipasi dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri MIKTA. Forum tersebut dipimpin Australia yang menjadi Ketua MIKTA tahun ini.

Dalam pertemuan itu, para menteri luar negeri bertukar pandangan mengenai perkembangan multilateralisme dan peran kekuatan menengah atau middle powers.

Sugiono menyampaikan MIKTA harus mampu menjadi jembatan di tengah perbedaan kekuatan global sekaligus mendorong kerja sama konkret antarbangsa.

Selain MIKTA, Indonesia menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN–Pacific Alliance bersama Meksiko, Kolombia, Peru, dan Chile.

Pertemuan tersebut membahas penguatan kemitraan antarkawasan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, pariwisata, digitalisasi, dan pengembangan kota pintar atau smart cities.

Sidang ke-81 Majelis Umum PBB resmi dibuka di New York pada 8 September. Menteri Luar Negeri Bangladesh Khalilur Rahman terpilih menjadi presiden Majelis Umum PBB untuk masa sidang tersebut, menggantikan mantan Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock.

Sidang kali ini mengangkat tema "Memulihkan kepercayaan, mengelola transformasi: PBB yang memberikan hasil bagi semua". Sesi Debat Umum Majelis Umum PBB dijadwalkan berlangsung pada 22-26 September dan berlanjut pada 28 September. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
ketahanan global sidang umum pbb Menlu Sugiono ketahanan nasional