PONTIANAK POST - Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Tengah memperketat pengawasan lalu lintas kapal barang di perairan Teluk Palu dan Donggala. Pengawasan tersebut diarahkan untuk memastikan keamanan jalur pasokan logistik antarpulau sekaligus mengantisipasi tindak pidana di laut.
Dirpolairud Polda Sulteng Kombes Pol Suprianto mengatakan patroli menyasar jalur pelayaran strategis yang menghubungkan wilayah Kalimantan Timur dan Sulawesi Tengah.
"Jadi pengawasan ini untuk mengantisipasi potensi tindak pidana di laut, khususnya pada jalur pelayaran strategis yang menghubungkan wilayah Kalimantan Timur dan Sulawesi Tengah," kata Suprianto di Wani, Kabupaten Donggala, Kamis.
Dalam patroli tersebut, personel melakukan penyisiran perairan dan pemeriksaan secara acak terhadap kapal niaga maupun kapal pengangkut barang yang melintas menuju pelabuhan lokal di Kabupaten Donggala.
Salah satu kapal yang diperiksa ialah Kapal Anisa 55 berbobot 38 Gross Tonage (GT). Kapal tersebut dinakhodai Roman bersama dua orang ABK lainnya.
"Pemeriksaan secara menyeluruh ini dilakukan oleh personel yang bersiaga di Kapal Patroli KP XIX-2009 meliputi keabsahan dokumen berlayar, kelengkapan administrasi, hingga pemeriksaan fisik kapal untuk memastikan tidak adanya komoditas ilegal yang disusupkan," ujarnya.
Kapal Anisa 55 Lolos Pemeriksaan
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Kapal Anisa 55 dinyatakan memenuhi seluruh dokumen administratif pelayaran. Petugas juga tidak menemukan muatan terlarang di dalam kapal.
Suprianto mengatakan patroli rutin akan terus dilakukan dan ditingkatkan di wilayah perbatasan laut.
"Tentunya kepolisian khususnya Ditpolairud Polda Sulteng rutin melaksanakan dan meningkatkan patroli rutin di wilayah perbatasan laut untuk menjamin keandalan rantai pasok barang, memberi rasa aman bagi para pelaku usaha angkutan laut, serta mencegah masuknya komoditas ilegal yang berpotensi merugikan perekonomian daerah," ucapnya.
Ia mengimbau para pengguna jasa transportasi laut segera melaporkan aktivitas mencurigakan melalui layanan darurat Call Center 110 selama melakukan pelayaran.
"Kegiatan patroli ini merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan aktivitas pelayaran di wilayah perairan Sulawesi Tengah," kata dia.
Kapal kayu tersebut diketahui mengangkut logistik dari Samarinda menuju Pelabuhan Wani, Donggala. (ant)
Editor : Basilius Andreas GasSumber : Antara