PONTIANAK POST - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda dua titik kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Lampung, sehingga tim gabungan mengerahkan puluhan personel dan sejumlah peralatan pemadam untuk mengendalikan api.
Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatera Sriyanto mengatakan titik pertama berada di kawasan Pusat Latihan Gajah (PKG), sekitar proyek pembangunan kandang gajah jantan di Kecamatan Labuhan Ratu.
“Kebakaran melanda vegetasi semak belukar, ilalang hingga pohon mentru dengan luasan terdampak sekitar lima hektare,” kata Sriyanto saat dikonfirmasi dari Lampung Selatan, Kamis.
Sebanyak 39 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Operasi pemadaman didukung dua mobil pemadam kebakaran, satu kendaraan tangki, dan satu kendaraan angkut personel.
“Operasi pemadaman melibatkan personel Balai TNWK, TNI, Polri, mitra lapangan, serta Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatera,” ujarnya.
Kebakaran di sekitar proyek kandang gajah jantan tersebut terjadi pada Rabu (23/9). Armada pemadam tiba sekitar 10 menit setelah laporan kebakaran diterima.
Proses pemadaman dilakukan menggunakan pasokan air yang diisi ulang secara bertahap dari kendaraan tangki pendamping. Api di sekitar proyek kandang gajah jantan berhasil dipadamkan seluruhnya sekitar pukul 14.00 WIB.
Api Juga Muncul di Resor Cabang
Titik karhutla kedua berada di kawasan hutan sekunder Resor Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah Cabang pada sejumlah grid kawasan TNWK.
Sriyanto mengatakan api di lokasi tersebut muncul secara sporadis di permukaan tanah hingga tajuk pohon. Kondisi cuaca yang panas dengan suhu sekitar 33 derajat Celsius serta angin kencang turut mempercepat penyebaran api.
Tim gabungan melakukan pemadaman menggunakan sistem pompa seri tiga yang terdiri atas tiga mesin pompa portabel dan didukung bak penampung air.
Personel juga menggunakan jet shooter serta peralatan manual berupa garuk tajam dan tumpul untuk melokalisasi titik api sekaligus mencegah rambatan kebakaran.
“Begitu menerima informasi adanya titik api, tim satgas gabungan bersama mitra segera bergerak menuju lokasi. Kami memastikan sarana pemadaman, pasokan air dan peralatan terdistribusi secara optimal,” ucapnya.
Menurut Sriyanto, kondisi medan dan jauhnya sumber air dari lokasi kebakaran menjadi kendala utama dalam proses pemadaman.
Kepala Balai TNWK MHD Zaidi memastikan karhutla di Resor Cabang tidak berada di wilayah jelajah kelompok gajah yang selama ini terpantau di Resor Toto Projo.
“Gajah jauh sekali dari lokasi karhutla kemarin. Kelompok gajah berada di wilayah Resor Toto Projo,” katanya.
Setelah api utama berhasil dipadamkan, personel gabungan tetap melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang dapat memicu kebakaran kembali.
Balai TNWK bersama komite juga mengoordinasikan opsi dukungan pemadaman melalui udara atau water bombing untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses melalui jalur darat. (ant)
Editor : Basilius Andreas GasSumber : Antara