PONTIANAK POST - Pertamina Aviation Fuel Terminal (AFT) Kualanamu memiliki kapasitas penyimpanan bahan bakar pesawat atau avtur hingga 30.000 kiloliter (KL) untuk menopang kebutuhan penerbangan di Bandar Udara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.
Manager Pertamina AFT Kualanamu I Made Derta mengatakan penyaluran avtur di terminal tersebut rata-rata mencapai sekitar 300 KL setiap hari dengan operasional berlangsung selama 24 jam.
"Rata-rata penyaluran sekitar 300 KL per hari dengan operasi 24 jam," kata Derta di Deli Serdang, Kamis.
Dengan tingkat penyaluran tersebut, kapasitas penyimpanan 30.000 KL secara matematis setara dengan kebutuhan sekitar 100 hari jika tidak ada pasokan tambahan.
Namun, Derta menegaskan kapasitas penyimpanan tersebut tidak menunjukkan jumlah persediaan yang disiapkan untuk jangka waktu tertentu. Pasokan avtur tetap dilakukan secara berkelanjutan menyesuaikan kebutuhan penerbangan.
Avtur yang disalurkan melalui AFT Kualanamu digunakan untuk menunjang operasional sekitar 30 hingga 60 penerbangan pesawat setiap hari di Bandara Kualanamu.
Menurut Derta, kesinambungan pasokan avtur menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran aktivitas penerbangan, khususnya untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar pesawat yang berangkat maupun tiba di Bandara Kualanamu.
Pasokan Avtur Berasal dari Tiga Sumber
Derta menjelaskan pasokan avtur untuk AFT Kualanamu berasal dari RU Dumai, RU V Balikpapan, dan STS Kalbut.
"Setelah itu, kapal menuju conventional buoy mooring (CBM), kemudian avtur disalurkan melalui pipa bawah laut menuju AFT Kualanamu," katanya.
Setelah tiba di terminal, avtur menjalani pengelolaan sesuai prosedur yang berlaku. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas bahan bakar tetap memenuhi standar sebelum disalurkan kepada pesawat.
Dengan pola pasokan yang berkelanjutan tersebut, AFT Kualanamu menjadi salah satu fasilitas penting dalam mendukung kebutuhan bahan bakar penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu. (ant)
Editor : Basilius Andreas GasSumber : Antara