NANNING — Kerja sama teknologi Indonesia-China menguat di ajang China-ASEAN Expo (CAEXPO) ke-23 di Nanning, Guangxi, China. Dua perusahaan Indonesia membawa pulang kesepakatan di bidang kecerdasan buatan (AI) dan teknologi satelit.
Salah satu kesepakatan terbesar datang dari PT Inspira Digital Nusantara (IDN). Perusahaan teknologi Indonesia itu menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan NextAI dengan nilai kerja sama mencapai US$10,2 juta atau sekitar Rp154,5 miliar.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem Artificial Intelligence (AI) di Indonesia, terutama untuk sektor minyak dan gas (migas) serta kawasan pedesaan. Salah satu fokusnya adalah pengembangan Data Center AI.
NextAI merupakan anggota konsorsium China-ASEAN AI Center yang berbasis di Nanning. Posisi tersebut membuka peluang bagi IDN untuk mengembangkan teknologi AI dengan dukungan ekosistem teknologi China.
Selain dengan NextAI, IDN juga memperoleh komitmen kemitraan dari Runjian Group, Guangxi, untuk kerja sama pemasaran token di Indonesia.
Satelit LEO hingga Kabel Bawah Laut
Kerja sama teknologi lainnya datang dari PT Danadyaksa Patangga Nusantara (DPN). Perusahaan ini menandatangani MoU dengan Jiangsu Navston Technology-Galaxy Link untuk pengembangan konstelasi satelit Low Earth Orbit (LEO).
Tak berhenti pada satelit, DPN juga menawarkan pengembangan jaringan kabel bawah laut fiber optik langsung Indonesia-China, dengan rencana landing point di Nanning, Guangxi.
Guspiabri Sumowigeno dari DPN menyampaikan rencana tersebut ketika berdialog langsung dengan Sekretaris Partai Wilayah Otonom Guangxi Zhuang, Chen Gang, saat mengunjungi Paviliun Indonesia, Sabtu (19/9).
Usulan jaringan kabel bawah laut itu mendapat respons positif. Chen Gang menyampaikan bahwa pemerintah Guangxi juga tengah mengkaji kemungkinan pengembangan jaringan tersebut.
Kunjungan Chen Gang tidak hanya menyambangi stan DPN. Ia juga mengunjungi stan Wahana Telekomunikasi Dirgantara (WTD), salah satu perusahaan teknologi Indonesia yang ikut dalam CAEXPO 2026.
Teknologi Mulai Menonjol
CAEXPO ke-23 ditutup pada Senin (21/9). Indonesia kembali membawa produk-produk ekspor yang telah dikenal pasar China, tetapi kehadiran perusahaan teknologi memberikan warna berbeda pada Paviliun Indonesia tahun ini.
Untuk pertama kalinya dalam keikutsertaan tahun ini, tiga perusahaan teknologi Indonesia turut mengambil bagian dalam pameran dan forum bisnis tersebut.
Dua kesepakatan yang tercapai menunjukkan semakin luasnya ruang kerja sama Indonesia-China. Tidak hanya perdagangan komoditas, tetapi juga masuk ke sektor teknologi tinggi seperti AI, pusat data, satelit LEO, dan infrastruktur telekomunikasi bawah laut.
CAEXPO 2026 sekaligus memperlihatkan bagaimana forum bisnis tahunan China-ASEAN dapat menjadi pintu masuk bagi perusahaan teknologi Indonesia untuk mencari mitra, investasi, dan akses pasar di China.
Kementerian Perdagangan menjadi responsible national agency atau pengampu keikutsertaan Indonesia dalam CAEXPO.**
Editor : Salman Busrah