Hujan Petir Berpotensi Guyur Pontianak, BMKG Ingatkan Gelombang Tinggi

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 12:41 WIB
Ilustrasi - Seorang warga membawa payung saat melintas di Kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (16/10). (ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)
Ilustrasi - Seorang warga membawa payung saat melintas di Kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (16/10). (ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)

PONTIANAK POST - Hujan disertai petir berpotensi mengguyur Pontianak pada Senin (28/9), bersamaan dengan sejumlah kota besar lainnya di Indonesia yang diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas berbeda.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui prakiraan cuaca yang diunggah di akun Instagram resminya @infoBMKG menyebutkan, potensi hujan disertai petir juga terdapat di Jambi dan Tanjung Selor.

Selain itu, hujan sedang diprakirakan terjadi di Medan dan Nabire. Adapun hujan ringan berpotensi mengguyur Padang, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bandung, Mamuju, Palu, Sorong, Manokwari, Jayapura, serta Jayawijaya.

Sejumlah Wilayah Berpotensi Cuaca Kabur

Untuk wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, kondisi cuaca diprakirakan relatif beragam. Serang, Jakarta, Semarang, Surabaya, Denpasar, Mataram, dan Kupang berpotensi mengalami cuaca cerah berawan hingga berawan tebal.

Yogyakarta diprakirakan mengalami udara kabur. Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Bengkulu, Palembang, Pangkalpinang, Samarinda, dan Banjarmasin.

Sementara itu, Banda Aceh diprakirakan berawan. Bandar Lampung dan Palangkaraya berpotensi mengalami asap atau kabut.

Di Sulawesi, Makassar, Gorontalo, dan Manado diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Kendari berpotensi mengalami asap atau kabut.

Untuk kawasan Maluku dan Papua, Ternate, Ambon, dan Merauke diprakirakan mengalami cuaca berawan hingga berawan tebal.

BMKG juga meminta nelayan serta pengguna transportasi laut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi. Gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia bagian barat Aceh hingga Lampung serta perairan Samudra Hindia sebelah selatan Banten hingga Nusa Tenggara Timur.

Masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir turut diminta menyesuaikan aktivitas dengan kondisi pasang air laut. Potensi banjir rob diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah pesisir Sumatera Utara, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Maluku.

BMKG menegaskan, dominasi cuaca kering tidak menutup kemungkinan terjadinya hujan lebat secara lokal. Karena itu, masyarakat diimbau tetap mewaspadai potensi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus mengikuti perkembangan prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
bmkg Hujan Petir pontianak Banjir Rob