Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Barcelona Terancam Bangkrut, Utangnya di Mana-mana

Super_Admin • Rabu, 27 Januari 2021 | 10:11 WIB
Photo
Photo
Barcelona - Kondisi keuangan Barcelona semakin mengkhawatirkan. Selain di ambang kebangkrutan, Blaugrana juga masih punya utang ke sejumlah klub. Barcelona telah merilis laporan keuangan klub baru-baru ini. Laporan tersebut menunjukkan situasi finansial Los Cules yang dililit banyak utang hingga mencapai 1.173 juta euro (sekitar Rp 20 triliun).

Utang-utang yang membelit Barcelona tidak lepas dari ketidakseimbangan neraca finansial klub. Barcelona mendapat pemasukan sebesar 855 juta euro (Rp 15 triliun) sepanjang musim lalu, lebih rendah dari pengeluarannya yang mencapai 955 juta euro (Rp 16,3 triliun).

El Mundo mengabarkan, 730 juta euro utang Barcelona jatuh tempo dalam jangka pendek. Lebih memprihatinkannya lagi, 266 juta euro utang klub Catalunya itu harus dibayarkan ke bank sebelum 30 Juni 2021.

Barcelona diketahui masih berutang pula dengan 19 klub yang menjual pemainnya ke Camp Nou. Utang-utang tersebut meliputi biaya-biaya tambahan yang harus dibayarkan Blaugrana kepada klub-klub tersebut.

Barcelona memiliki utang terbesar terkait pembelian pemain kepada Liverpool. Los Cules masih harus membayarkan kewajiban senilai 29 juta euro, sebagai salah satu kesepakatan tambahan pembelian Philippe Coutinho pada 2018.

Selain Liverpool, Barcelona juga masih memiliki utang 16 juta euro kepada Ajax Amsterdam untuk pembelian Frenkie de Jong, serta utang 3,7 juta euro ke Juventus untuk transaksi tukar guling Miralem Pjanic dan Arthur Melo.

Barcelona menghadapi situasi finansial yang genting. Barcelona wajib memotong gaji para pemainnya lagi atau menghadapi ancaman bangkrut pada Januari 2021. Sejak dua pekan lalu Blaugrana memang sudah merencanakan untuk memangkas gaji Lionel Messi dkk sebesar 30 persen. Namun, skuad Barca mengajukan keberatan dengan mengirim burofax kepada mantan presiden klub Josep Maria Bartomeu.

Akan tetapi, Barcelona terus membujuk para pemainnya agar menyetujui kebijakan itu. RAC1 kini melaporkan, negosiasi pemotongan gaji tersebut sudah dimulai pada Jumat (30/10/2020), dengan sebuah pertemuan di antara para kuasa hukum pemain dengan klub.

Sekarang Barcelona mesti berpacu dengan waktu. Barca harus bisa mengurangi pengeluaran gaji pemain yang mencapai 190 juta euro (sekitar Rp 3,2 triliun) selambatnya pada 5 November, atau berisiko dinyatakan bangkrut di Januari tahun depan. Carles Tusquets, yang sementara menggantikan Bartomeu usai mundur dari kursi presiden klub, telah menjelaskan kesulitan ekonomi Barca. "Kekhawatiran utama kami adalah finansial klub," kata dia.

"Pandemi ini memukul Barcelona dengan keras. Klub bergantung pada pariwisata, dan sekarang seluruh pendapatan itu hilang, situasinya sangat tidak nyaman, dan kami harus mengambil ide-ide dari manajemen yang lama untuk menemukan solusi dalam mengatasi masalah-masalah yang sedang kami hadapi," tambahnya.

Menukil laporan Mundo Deportivo, Barca Corporate berencana membuat aliansi strategis dengan perusahaan hiburan dan olahraga dunia. Para mitra tersebut akan diarahkan untuk berinvestasi di klub dalam jangka waktu yang ditentukan, dengan kepemilikan Barca Corporate tetap 100 persen dikuasai Blaugrana.

Program Barca Corporate diluncurkan oleh mantan wakil presiden klub, Oriol Tomas. Los Cules telah mengidentifikasi 11 perusahaan top yang dapat diajak menjadi investor, dengan tujuh di antaranya telah dijajaki pembicaraan terkait negosiasi.

Salah satu perusahaan yang potensial diajak kerja sama dalam Barca Corporate adalah raksasa ritel daring asal Amerika Serikat, Amazon. Perusahaan besutan Jeff Bezos itu dinilai memiliki ekonomi yang kuat untuk berinvestasi di Barcelona.

Barcelona dilaporkan menawarkan penjualan seluruh merchandise klub melalui situs Amazon. Pihak klub juga akan membuka pengelolaan iklan dan produksi konten televisi Los Cules ke calon investornya tersebut.

Sampai saat ini, belum ada kesepakatan yang dilakukan oleh Barcelona dan Amazon. Hal tersebut masih perlu mendapat persetujuan dari Majelis Komite Barcelona seusai pemilihan presiden klub.(int) Editor : Super_Admin
#soccer