Dalam laga yang berlangsung di Stade de Tanger, Al Hilal menang tipis 3-2. Salem Aldawsari yang mencetak gol kemenangan Saudi menghadapi Argentina di fase grup Piala Dunia 2022 menjadi pahlawan Al Hilal dengan brace-nya.
Dengan kemenangan ini, Al Hilal yang juga diperkuat dua alumni penakluk Argentina di Qatar, Saud Abdulhamid dan Ali Al-Boleahi menjadi klub Liga Pro Saudi pertama yang tembus ke final Piala Dunia Antarklub.
Selain itu, mereka juga tim Asia pertama yang tembus final turnamen yang mempertemukan jawara-jawara enam konfederasi ini setelah Kishima Antlers. Klub Jepang itu sukses melenggang ke final pada edisi 2016.
Sebelum membuat kejutan, Al Hilal gagal melenggang ke laga puncak dalam dua kesempatan mereka tampil di semifinal. Sementara bagi Flamengo, kekalahan memalukan ini membuat mereka gagal mengulang prestasi edisi 2019 saat melaju ke final untuk menantang Liverpool.
"Flamengo terkejut dengan kualitas kami dan betapa siapnya kami, secara mental dan strategis," kata Pelatih Al Hilal, Ramon Diaz dalam konferensi pers dikutip dari Reuters. Pelatih asal Argentina itu menyebut perubahan formasi menjadi kunci kemenangan. Luciano Vietto yang dimainkan sebagai gelandang serang mampu mengeksploitasi kelemahan gelandang bertahan Flamengo yang berstatus juara Copa Libertadores.
Pelatih Flamengo Vitor Pereira bahkan menumpahkan kekesalannya pada wasit. Menurut manajer asal Portugal itu menuding wasit István Kovács memihak kepada Al Hilal. Protes utama Pereira adalah kartu merah pada Gerson di akhir babak pertama yang sekaligus berbuah penalti. Menurutnya, kartu merah dan penalti itu tidak pantas diberikan.
"Kami siap untuk melawan Al Hilal tetapi tidak siap untuk wasit yang tidak memenuhi standar kompetisi," ketus Pereira pada konferensi pers. Ia mengatakan, wasit asal Rumania itu menerapkan standar ganda dalam pemberian kartu. Flamengo di laga ini mendapat empat kartu kuning di babak pertama dan tiga di paruh kedua. Sementara Al Hilal hanya menerima tiga kartu kuning.
Pereira juga menuding sang pegadil membiarkan pemain Al Hilal membuang-buang waktu. "Jika bukan karena kepribadian para pemain kami, saya yakin kami akan mengakhiri pertandingan dengan lebih banyak kartu merah," keluh Pereira.
"Satu-satunya upaya gol Al Hilal di babak pertama adalah penalti. Oleh karena itu, jika pertandingan berakhir 11 melawan 11, kami adalah tim yang lebih baik. Di babak kedua, dengan satu pemain lebih sedikit, itu bukan sikap apatis, sulit untuk mengecilkan satu orang," tandasnya.
Tak seperti pelatihnya, bek Flamengo David Luiz menerima kekalahan timnya. “Kami harus berjuang untuk membuat Piala Dunia Antarklub kembali,” ujar mantan pemain Chelsea dan Arsenal itu di situs FIFA. Al Hilal, selanjutnya akan menghadapi pemenang semifinal lainnya yang mempertemukan Real Madrid dan klub Mesir, Al Ahly. Laga puncak ini akan berlangsung Kamis mendatang di Rabat. (amr) Editor : Misbahul Munir S