Pada pertandingan ini, Tim Futsal Pemkot Pontianak dimotori penyerang andalannya M Yamin. Turnamen yang diikuti delapan instansi itu menggunakan sistem gugur.
PS Pemkot sendiri pada laga-laganya cukup banyak mendapatkan perlawanan sulit dari tim yang dihadapinya. Dipartai pertama, menghadapi Dishub Provinsi Kalbar, M Yamin mampu menceploskan dua gol. Skor 4-2 atas Dishub Provinsi cukup membuat Pemkot Pontianak melenggang ke fase selanjutnya.
Di pertandingan ke dua, Pemkot Pontianak bertemu dengan KSOP. Pada pertandingan ini, Yamin cs mampu membawa Pemkot melaju ke babak selanjutnya dengan berhasil mengalahkan KSOP dengan skor 2-0.
Di babak Final Yamin cs akhirnya mampu membawa Pemkot Pontianak menjadi juara, setelah menundukkan BPTD Kalbar dengan skor 4-2. “Keberhasilan kami meraih juara, berkat permainan kerjasama tim yang kami bangun,” ujar Sekertaris Disporapar Pontianak, M Yamin kepada Pontianak Post, Minggu.
Menurutnya, dalam pertandingan ini, lawan-lawan yang dihadapi Pemkot Pontianak sangat berat. Namun mental, fisik dan skil pemain yang dimiliki Pemkot juga tak kalah dengan lawan-lawannya. Alhasil setiap pertandingan bisa dilewati dengan torehan kemenangan.
Di lingkup Pemkot Pontianak kata dia memiliki wadah, bagi para ASN dan tenaga kontrak yang hobi dengan olahraga sepak bola maupun futsal. Setelah didatanya dari semua OPD, ternyata jumlah pemainnya cukup banyak. Bahkan Pemkot Pontianak kerap menggulirkan turnamen sepak bola rutin dilingkup Pemerintah Kota Pontianak.
Dengan adanya wadah tersebut, ketika penyelengaraan turnamen futsal ataupun sepak bola, Pemkot Pontianak tak lagi sulit untuk mencari pemain. Sebab secara tidak langsung, dengan bermain sepak bola dan futsal bersama bisa menjadi wadah bagi para ASN dan tenaga kontrak yang memiliki hobi sefrekeunsi. (iza) Editor : Misbahul Munir S