PONTIANAK - Babak Kualifikasi PON XXI Zona C, Cabang Olahraga Barongsai hari kedua menampilkan kategori Naga Taolu Bebas, Pekinsai Taolu Bebas, dan Barongsai Taolu Bebas.
Animo masyarakat untuk menyaksikan kejuaraan ini cukup tinggi. Sejak sore hingga malam, tribun penonton GOR Perbasi Pontianak pada Selasa (27/8) penuh terisi. Apalagi kategori ini jarang dilombakan di daerah ini.
Atlet Kalbar gagal menambah emas. Saat tampil beberapa kali mengalami kesalahan sehingga mendapatkan pengurangan nilai dari juri. Kategori Naga Taolu Bebas diraih atlet Kaltim, perak Bali, dan Kalbar meraih perunggu.
Untuk kategori Pakinsai Taolu Bebas emas berhasil diraih Kalsel, perak Sulsel dan perunggu atlet Kalbar. Sementara kategori Barongsai Taolu Bebas sampai berita ini dibuat masih berlangsung.
Ada lima provinsi yang ikut serta. Seperti diketahui, Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Provinsi Kalimantan Barat menjadi tuan rumah kualifikasi PON XXI Zona C Wilayah Timur. Terdapat sepuluh provinsi yang mengikuti kualifikasi tersebut.
Ketua FOBI Kalbar Sugioto mengatakan sepuluh provinsi yang turut serta yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku dan Papua. Kualifikasi ini dilaksanakan pada 26 dan 27 Agustus di GOR Perbasi Kota Pontianak.
Kalbar sendiri turun di empat kategori di babak kualifikasi, yaitu barongsai tradisional, barongsai tonggak, pekinsai dan naga. Menurut Riko, kekuatan tim masing-masing tim relatif merata.
Meski demikian, sejak awal ia optimistis tim Kalbar bisa meraih hasil yang terbaik karena bermain di rumah sendiri. Mental dan motivasi bertambah karena banyak dukungan dari masyarakat yang menyaksikan.
Kejuaraan babak kualifikasi yang diselenggarakan merupakan salah satu syarat untuk ikut serta dalam Pekan Olah Raga (PON) XXI yang akan diselenggarakan di Aceh dan Sumatera Utara pada tahun 2024.
Ini merupakan tonggak sejarah bagi seni dan olahraga barongsai di Indonesia karena untuk pertama kalinya dipertandingkan di PON. (yad)
Editor : Syahriani Siregar