BANDA ACEH - Devi Safitri atlet Hapkido Pekan Olahraga Nasional (PON) Provinsi Kalimantan Barat berhasil memecahkan telur pertama untuk medali emas di kelas 63 kilogram setelah di babak final mengalahkan atlet asal Sulawesi Utara dengan skor 13-10.
Bermain di Gedung KONI Aceh, Selasa (10/9), sekaligus melunaskan hutang Devi Safitri di Pra PON lalu karena dia dikalahkan oleh atlet yang sama.
Ketua KONI Provinsi Kalimantan Barat Fachrudin Siregar bersyukur atas capaian ini. Sebab ini adalah raihan emas pertama bagi kontingen PON Provinsi Kalimantan Barat.
Dia pribadi sempat berdebar saat menyaksikan Devi bertanding. Sebab di babak awal Devi sempat memimpin 2 poin. Namun setelah di pertengahan pertandingan poin keunggulan justru berbalik untuk kemenangan lawan.
Untungnya di pertandingan itu Devi tetap tenang. Disinilah mental sang juara itu muncul. Poin demi poin pukulan Devi kumpulkan. Dari yang tadinya ketinggalan langsung menyamai nilai. Bahkan di akhir babak Devi berhasil mendapatkan poin dari hasil bantingannya.
"Pertandingan ini sampai ke detik akhir mendebarkan. Alhamdulilah kita bisa dapat emas pertama," ujarnya.
Peluang emas lainnya masih terbuka. Veddriq Leonardo akan bermain final.di kategori Speed tunggal. Sambo juga berpeluang. Mudah-mudahan akan terus bertambah untuk medali emas ini.
Di tempat sama peraih medali emas cabor hapkido asal Kalbar, Devi Safitri menuturkan pertandingan tadi seru dan mendebarkan. Sebab poinnya kejar-kejaran.
Kunci kemenangan adalah bermain tenang. Sebab jika bermain terburu-buru akan menyulitkannya dalam mengatur ritme nafas. Takutnya nafas bisa habis di akhir pertandingan.
"Di Pra PON kemarin saya kalah di babak penyisihan lawan atlet ini. Saya bersukur bisa membayar kekalahan kemarin dengan memberikan medali emas pertama bagi Kalbar," tutupnya. (iza)
Editor : Miftahul Khair