NEWCASTLE UPON TYNE – Sandro Tonali dan Mikel Merino menjalani awal musim Premier League sebagai ”korban” eksperimen tactician masing-masing.
Tactician Newcastle United Eddie Howe berusaha mencari posisi ideal bagi Tonali setelah bebas dari sanksi larangan bermain selama 10 bulan. Sementara pelatih Arsenal Mikel Arteta masih meraba potensi Merino.
Kabar bagusnya, eksperimen Howe dan Arteta terbilang berhasil. Seperti Tonali yang mampu bermain cemerlang saat The Magpies –sebutan Newcastle United– mengalahkan Chelsea 2-0 dalam putaran keempat Piala Liga (31/10). Di sisi lain, Merino menciptakan gol debut di Premier League kontra Liverpool FC pekan lalu (28/10).
Malam nanti hasil eksperimen itu akan diadu saat duel di St James’ Park Newcastle Upon Tyne (siaran langsung Vidio pukul 19.30 WIB).
Menurut Howe, Tonali merupakan gelandang dengan dua dimensi pemainan. Dalam bertahan maupun menyerang, sama-sama bagus. ’’Tanpa bola, dia mampu menguasai ruang permainan dan bisa banyak memberi tekanan. Dia juga bisa mengontrol serangan,’’ kata Howe seperti dilansir The Chronicle Live.
Sementara Merino mulai dicoba Arteta sebagai gelandang tengah (dalam skema 4-3-3) dari posisi sebelumnya sebagai gelandang serang (4-2-3-1) seperti kapten tim Martin Odegaard.
Dalam wawancara dengan media Spanyol Diario AS, Merino menilai eksperimen Arteta telah membuatnya lebih konfiden. ’’Terlepas hasil akhir, aku bisa meningkatkanfeelingpermainanku,’’ tutur pemain yang notabene pernah membela Newcastle United pada 2017 sampai 2018 terseut. (ren/dns)
Editor : Miftahul Khair