JAKARTA - Jelang pertandingan tim nasional Indonesia melawan Jepang (15/11), federasi sepak bola dunia (FIFA) memberikan empat sanksi untuk PSSI. Sanksinya beragam. Mulai dari teguran, denda uang, hingga larangan mendampingi tim.
Laga pertama yang melahirkan sanksi untuk PSSI adalah saat timnas Indonesia menjamu Australia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada 10 September lalu. Dalam pertandingan itu, timnas Indonesia dinilai telat melakukan kickoff. Beruntung, sanksinya hanya berupa teguran.
Sayang, hal serupa terulang saat Indonesia bertandang ke markas Tiongkok (15/10). Skuad Merah Putih lagi-lagi dianggap telat melakukan kickoff. Karena pelanggaran ini berulang, PSSI didenda Rp 178 juta.
Sanksi berikutnya didapat saat timnas Indoensia bertandang ke markas Bahrain (10/10). Saat itu, timnas Indonesia geram dengan kepemimpinan wasit Ahmed Al Kaf. Imbasnya, manajer timnas Indonesia Kombespol Sumardji dan asisten pelatih timnas Indonesia Kim Jong-jin didenda dan dilarang mendampingi tim.
Hukuman untuk Sumardji dan Kim berbeda. Sumardji dihukum larangan mendampingi tim dalam satu pertandingan dan denda Rp 89 juta. Sedangkan Kim dilarang mendampingi tim dalam empat pertandingan dan denda Rp 89 juta.
Terkait sanksi akibat telat kickoff, Sumardji sudah berbicara kepada pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong (STY) agar tidak lagi terlambat masuk ke lapangan. "Ini kami jadikan evaluasi. Mudah-mudahan ke depan tidak terjadi lagi. Dan, saya pastikan jika waktunya sudah kickoff, saya akan suruh keluar supaya tidak terkena sanksi lagi," ujar chief operating officer (COO) Bhayangkara Presisi Indonesia FC itu.
Terkait sanksi individu, Sumardji mengungkapkan bahwa awalnya dirinya dijatuhi hukuman yang sama dengan Kim. Yaitu, dilarang mendampingi tim dalam empat pertandingan dan didenda Rp 89 juta. Namun, mantan Kapolresta Sidoarjo itu melakukan banding dan diterima.
"Sebab, ketika itu, saya tidak melontarkan kata-kata yang menyinggung atau keras. Saya hanya bertanya mengapa pertandingan yang seharusnya sudah selesai tapi masih terus berlanjut. Saat banding, saya jelaskan lewat rekaman video dari menit ke-96 sampai ke-99. Saya bersyukur banding diterima," ungkap Sumardji.
Mantan manajer tim Bhayangkara FC itu akhirnya disanksi lebih ringan. Hukuman denda tidak berubah. Tapi, hukuman larangan mendampingi tim dikurangi menjadi satu pertandingan. Dan, hukuman itu sudah dijalani saat Indonesia bertanding melawan Tiongkok. "Jadi, saat timnas Indonesia melawan Jepang dan Arab Saudi, saya bisa mendampingi tim," tandasnya. (fiq/ali)
Editor : Miftahul Khair