PONTIANAK - Honda DBL with Kopi Good Day 2024 West Kalimantan kembali menjadi panggung bagi para student athlete untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Salah satu nama yang mencuri perhatian pada laga hari pertama adalah Justine Husin, pemain tim putra SMKS Immanuel II Sungai Raya.
Selain berhasil membantu timnya meraih kemenangan atas SMAN 1 Pontianak dengan skor 31-20, Justine juga tampil memukau dengan mencetak 8 poin dan 8 rebound.
Dalam laga ini, SMKS Immanuel II menunjukkan performa solid di bawah arahan pelatih Eddy Janto, mengamankan kemenangan perdana mereka di musim ini.
“Menurut saya, pertandingan kali ini sangat seru dan menantang. Apalagi, ini pertama kalinya kami bermain tanpa senior-senior seperti tahun lalu. Jadi, kami harus bekerja lebih keras,” ujar Justine, pemain berjersey nomor enam.
Di luar kemampuannya bermain basket, Justine juga memiliki bakat luar biasa di bidang elektronika. Hobi unik ini ia pelajari secara otodidak, dengan memanfaatkan berbagai sumber seperti video di YouTube.
“Saya mulai belajar memperbaiki alat-alat elektronik secara otodidak. Sejauh ini, saya sudah pernah memperbaiki layar LCD handphone, laptop, dan lainnya,” ungkap siswa kelas XI ini.
Keterampilan ini bahkan telah ia jadikan layanan jasa. Berawal dari keinginan memperbaiki handphone milik kakaknya, Justine kini melayani teman-teman sekolahnya dan semakin dikenal berkat keahliannya.
“Awalnya hanya coba-coba, tapi ternyata seru. Lama-kelamaan, saya mulai membuka jasa perbaikan untuk teman-teman, dan sekarang banyak yang tahu,” tambah pemain kelahiran 2008 ini dengan penuh antusias.
Ketertarikannya pada dunia elektronika juga menjadi motivasi Justine untuk melanjutkan studi di bidang teknik atau teknologi. Meski demikian, ia tetap ingin mempertahankan minatnya di dunia basket.
“Saya ingin kuliah di jurusan yang berhubungan dengan teknik atau teknologi, tetapi juga di kampus yang memiliki tim basket. Jadi, saya bisa terus bermain basket sambil menimba ilmu,” ungkap Justine, penuh semangat.
Honda DBL with Kopi Good Day digelar di 31 kota dan 23 provinsi di Indonesia, memberikan kesempatan bagi student athlete untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Program ini juga memberikan peluang kepada pemain terbaik untuk bergabung dalam DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. (*/r)
Editor : Miftahul Khair