PONTIANAK - Peran seorang kapten dalam menjaga soliditas dan semangat tim sangatlah vital, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Hal ini tercermin pada Resya Jihan Nafilah, kapten tim basket putri SMAN 2 Pontianak (Smanda), yang dengan kepemimpinannya berhasil membawa tim bangkit di Honda DBL with Kopi Good Day 2024 West Kalimantan Series.
Di tahun terakhirnya, Resya yang dikenal sebagai pemain serba bisa, menjadi motor utama kebangkitan tim putri Smanda.
Setelah menelan kekalahan di laga perdana, tim ini menunjukkan performa gemilang dengan mengalahkan SMA Bina Mulia Pontianak dengan skor 20-12 pada laga yang digelar Senin malam, 9 Desember 2024.
Selama 40 menit di lapangan, Resya mencatatkan statistik impresif: 10 poin, 7 rebound, 1 assist, dan 3 steal. Tidak hanya menunjukkan performa hebat di lapangan, pemain bernomor punggung 14 ini juga menjadi motivator utama bagi timnya.
“Saya selalu ingatkan tim untuk tidak meremehkan lawan, tapi juga jangan takut. Walaupun lawan adalah sekolah besar atau juara bertahan, kami harus bermain maksimal. Segala kemungkinan bisa terjadi di lapangan, jadi penting untuk menunjukkan hasil latihan kami,” ungkap Resya.
Namun, perjalanan tim tidak sepenuhnya mulus. Resya mengakui adanya sejumlah tantangan selama persiapan menuju kompetisi ini. Salah satunya adalah sempat kehilangan pelatih utama.
“Kami sempat ditinggal coach, jadi arah latihan sempat tidak jelas. Ada masa-masa jenuh juga. Untungnya, para alumni membantu membangun kembali semangat kami,” ujar Resya.
Untuk mengatasi kejenuhan, pemain kelahiran 2007 ini memiliki strategi unik. “Saya mencoba variasi latihan, seperti mempelajari teknik baru yang belum dikuasai atau melakukan sparring kecil-kecilan dengan teman. Ketika mentok, saya istirahat sejenak sambil mendengarkan musik atau menonton highlight pemain basket favorit untuk mencari inspirasi,” tambahnya.
Resya juga membagikan playlist favoritnya, termasuk lagu “Him & I” dari G-Eazy dan “Heartburn” dari Wafia, yang menurutnya membantu menenangkan pikiran sekaligus membangun semangat.
Dengan tinggi 167 cm, usaha keras Resya akhirnya membuahkan hasil. Kemenangan atas SMA Bina Mulia membuka peluang besar bagi tim putri Smanda untuk melaju ke babak Playoffs sebagai runner-up grup. Namun, ia menegaskan bahwa fokus utama adalah menjaga konsistensi dan semangat tim.
“Saat ini peluang kami untuk menjadi runner-up grup terbuka lebar. Kami harus benar-benar fokus, memanfaatkan peluang yang ada, dan tetap percaya diri sampai akhir,” tutup Resya.
Honda DBL with Kopi Good Day 2024-2025 menjadi ajang kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia, yang diadakan di 31 kota dan 23 provinsi. Setiap tahunnya, DBL Indonesia memilih atlet pelajar terbaik dari seluruh Indonesia untuk diseleksi menjadi bagian dari DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. (mif)
Editor : Miftahul Khair