PONTIANAK - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, percaya bahwa pelatih baru akan dapat meningkatkan kinerja timnas Indonesia, asalkan didukung oleh dua faktor utama lainnya.
Pada Senin (6/1), Erick mengumumkan bahwa PSSI telah resmi mengakhiri kerja sama dengan Shin Tae-yong, pelatih asal Korea Selatan.
Pelatih baru yang akan menggantikan Shin Tae-yong diharapkan berasal dari Eropa, lebih tepatnya dari Belanda.
“Semuanya itu kan berdasarkan tiga. Satu programnya benar, konsisten. Pelatihnya juga bagus. Kualitas pemainnya juga harus bagus. Itu semua tiga yang tidak bisa terpisahkan,” kata Erick setelah jumpa pers di Jakarta, Senin.
“Kalau cuma programnya bagus, pelatihnya tidak bagus, pemain yang tidak bagus ya tidak bisa sampai membawa improvisasi untuk timnas,” tambahnya.
Pemilihan pelatih asal Belanda didasarkan pada waktu yang terbatas menjelang kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang hanya tinggal dua setengah bulan lagi.
Erick mengungkapkan bahwa meskipun ada pilihan lain dari Italia atau Spanyol, faktor dinamika tim dan komunikasi lebih mudah dijaga dengan pelatih dari Belanda.
Erick juga mengungkapkan bahwa kendala komunikasi dengan Shin Tae-yong, yang hanya menguasai bahasa Korea, menjadi salah satu hambatan.
Pemain Indonesia lebih nyaman menggunakan bahasa Indonesia, sementara sebagian pemain diaspora lebih akrab dengan bahasa Inggris.
Saat ditanya apakah pemilihan pelatih Eropa disebabkan oleh permintaan pemain diaspora, Erick membantahnya.
“Kami tidak pernah membeda-bedakan antara pemain naturalisasi dengan pemain Indonesia. Ya kita lihat saja, tetapi tentu masalah komunikasi, masalah taktikal, itu adalah hal-hal yang akan kami evaluasi,” ucap sosok yang juga merupakan Menteri BUMN itu.
Timnas Indonesia masih harus menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada Maret dan Juni mendatang. (mif)
Editor : Miftahul Khair