Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Liga 4 Zona Kalbar Dapat Kritik, Suporter Minta Evaluasi Total

Miftahul Khair • Sabtu, 1 Maret 2025 | 14:08 WIB

 

Tim Persipon saat menghadapu Persimel pada lanjutan babak semi final Liga 4 Zona Kalimantan Barat.
Tim Persipon saat menghadapu Persimel pada lanjutan babak semi final Liga 4 Zona Kalimantan Barat.

PONTIANAK POST - Pelaksanaan Liga 4 Zona Kalbar yang baru selesai dilaksanakan oleh PSSI Kalbar menyisakan banyak cerita. Panitia pelaksana yang tampak tidak siap mesti dievaluasi agar pertandingan sepak bola resmi di Kalbar ini bisa menjadi kebanggaan bagi semua pecinta sepak bola.

“Pelaksanaan Liga 4 zona Kalbar ini perlu dilakukan evaluasi. Sebab banyak hal yang ditemukan selama proses pertandingan berlangsung. Yang terakhir kemarin, pada laga finalnya. Masa' pemenang juara 2 tidak mendapatkan piala dan medali,” ujar salah satu pecinta sepak bola Pontianak, Armoyo kepada Pontianak Post, Jumat (28/2) pagi.

Tim yang mendapatkan piala hanya juara satu. Selain piala, medali buat para pemain tidak ada. Terlebih bagi pemain Persipon yang berhasil meraih juara. Ini tidak mendapatkan piala dan medali. Akibat kejadian ini, fungsi panitia pun dipertanyakan. Kemana alokasi anggarannya. Apalagi di kegiatan ini panitia memungut tarif tiket untuk masuk menonton mereka bermain.

Moyo sapaannya makin miris, sebab pertandingan Liga 4 ini skala nasional. Setelah tim ini berhasil meraih juara satu dan dua, mereka berhak kembali berlaga di level nasional. Artinya prestasi para pemain ini levelnya sudah di tingkat Kalbar.

PSSI Kalbar mesti melihat jika event ini begitu penting bagi para atlet. Selain tidak ada piala dan medali, sertifikat bagi para pemain yang berhasil tembus di babak final dan meraih juara mungkin juga tidak ada, padahal sertifikat prestasi itu penting bagi para atlet. Itu bisa digunakan untuk mendaftar kuliah atau melamar pekerjaan.

“Prestasi ini pasti dilirik oleh kampus dan tempat mereka akan melamar kerja. Ini menjadi penilain plus. Tapi kalau tidak dapat apa-apa, kasihanlah para atlet dan official,” tegasnya.

Kata Moyo biaya yang dikeluarkan setiap tim untuk mengikuti pertandingan ini bukan sedikit. Puluhan juta sudah pasti. Belum mereka harus membayar biaya penginapan, kemudian makan minum anak-anak sampai transportasi. Jika pelaksanaannya seperti ini, sudah kalah-kalah event tarkam di Kalbar. Hadiah uang tunai besar, piala besar dan mendapatkan piala juga.

Dia juga mengkritisi pihak panitia, dimana selama proses pelaksanaan pertandingan, banyak tim yang tak diberikan jeda buat istirahat. Seperti Persipon di fase grup, anak-anak mesti bermain tiga hari berturut-turut.

“Ini mereka tak diberikan jeda untuk istirahat. Ini bagaimana pihak panitia mengatur waktunya,” tanya Moyo.

Melihat hasil dari pelaksanaan Liga 4 Kalbar, pembenahan di tubuh PSSI Kalbar mesti dilakukan. Dia berharap para pengurus PSSI Kalbar harus cinta sepak bola. Kalau ketua saat ini, tampaknya harus diganti. Sebab dia tidak benar-benar cinta dengan sepak bola Kalbar.

“Event Liga 4 ini perlu dievaluasi,” tegasnya. (*)

Editor : Miftahul Khair
#liga 4 zona kalbar #kritik #Evaluasi #suporter