Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Garuda Muda 2025 Lebih Tajam, Nova Arianto Puji Visi dan Kedalaman Tim

Miftahul Khair • Selasa, 8 April 2025 | 14:27 WIB
Para pemain Timnas Indonesia U-17 saat berhasil menjebol gawang Yaman di Piala Asia U-17 2025.
Para pemain Timnas Indonesia U-17 saat berhasil menjebol gawang Yaman di Piala Asia U-17 2025.

PONTIANAK POST - Jika dilihat dari hasil yang diraih, Timnas U-17 Indonesia edisi 2025 menunjukkan performa lebih baik dibandingkan tim yang finis di peringkat keempat pada Piala Asia U-17 1990.

Menembus empat besar dalam edisi kali ini jelas lebih sulit dan menantang dibandingkan 25 tahun silam.

Namun, perolehan enam poin dari kemenangan atas Korea Selatan dan Yaman, yang kemungkinan akan ditambah hasil positif saat melawan Afghanistan, memperlihatkan bahwa I Putu Panji Apriawan dan rekan-rekannya adalah tim yang siap memberikan banyak kejutan.

Seperti yang disampaikan pelatih Nova Arianto, tim ini memiliki visi bermain dan mentalitas yang solid. Hal itu tampak jelas saat Garuda Muda membongkar pertahanan Yaman.

Mereka mampu mengimbangi permainan Yaman di lini tengah, sekaligus cermat mengidentifikasi titik-titik lemah lawan.

Setelah melihat bahwa Yaman lebih sering membangun serangan dari sisi kanan namun kurang solid di sektor kiri dan tengah, Garuda Muda menekan dari dua sisi tersebut.

Dari sekitar 10 peluang yang diciptakan dalam laga melawan Yaman, tujuh di antaranya berasal dari lini tengah dan sisi kiri pertahanan lawan. Dua dari tiga gol—selain penalti—berasal dari kombinasi serangan di sektor itu.

Hingga sejauh ini, Garuda Muda menjadi salah satu tim paling produktif bersama Uzbekistan, Korea Selatan, Arab Saudi, dan Jepang.

Di lini belakang, Indonesia bersama Korea Selatan tercatat sebagai tim yang baru sekali kebobolan.

Tak mengherankan jika Nova Arianto memuji visi para pemainnya, yang tampil kompak dalam kerja sama tim, cerdas membaca alur permainan, dan jeli melihat pola serangan lawan.

Peran Nova sebagai pelatih pun krusial dalam keberhasilan dua laga awal. Ia tak tergoda menggunakan pendekatan yang menarik secara visual namun tidak efektif.

Strateginya disesuaikan dengan kebutuhan tim, karakteristik lawan, dan situasi pertandingan.

Ini adalah pendekatan umum dalam kepelatihan modern, kecuali bagi pelatih yang memiliki tim dengan sumber daya berlimpah.

Nova berencana memberikan kesempatan bermain kepada pemain-pemain yang belum tampil dalam dua laga sebelumnya saat Indonesia menghadapi Afghanistan dua hari lagi dalam laga terakhir grup.

Pertandingan ini bukan hanya peluang untuk menambah poin, tetapi juga menjadi sarana untuk menguji kedalaman skuad—elemen penting untuk menghadapi laga-laga berikutnya.

Kedalaman skuad berpotensi menjadi kekuatan tersembunyi Garuda Muda, yang bisa menyulitkan lawan membaca kekuatan tim secara utuh dan mungkin membuat mereka salah dalam menerapkan strategi menghadapi skuad asuhan Nova Arianto. Semoga. (mif/ant)

Editor : Miftahul Khair
#Garuda Muda #Timnas U 17 #nova arianto #Piala Asia