PONTIANAK POST - Barcelona menuju semifinal Liga Champions UEFA pertama mereka sejak 2019 saat mengunjungi Borussia Dortmund. Dengan keunggulan 4-0, sulit membayangkan ada keajaiban di Signal Iduna Park.
Mission impossible. Itu label yang pantas bagi laga dini hari nanti. Setelah keunggulan besar di leg pertama babak delapan besar, rasanya mustahil Raksasa Catalan akan mengalami nasib buruk di Jerman pada partai penentuan ini.
Sepanjang sejarah Liga Champions, bangkit dan lolos dari ketertinggalan 0-4 di leg pertama hanya pernah terjadi satu kali. Sebuah kebetulan, klub yang mampu melakukannya adalah Barcelona.
Pada babak 16 besar Liga Champions 2016/2017, Barca kalah 0-4 di markas PSG dan tampaknya akan tersingkir. Tapi Barcelona yang memainkan leg kedua di Camp Nou secara ajaib berhasil membalikkan situasi dengan kemenangan telak 6-1.
Tapi saat itu, Barca diperkuat salah satu trio penyerang terbaik sepanjang masa; Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar. Tanpa mengecilkan kualitas Dortmund, jelas mereka saat ini tidak berada di level Barca yang menghancurkan mimpi PSG secara dramatis kala itu.
Selain itu, sejarah pertemuan kedua klub menunjukkan bagaimana dominannya Barca atas Dortmund. Sejak bertemu pertama kali pada 1998, Raksasa Catalan tidak pernah kalah saat berhadapan dengan Die Borussen.
Dalam enam duel mereka sebelumnya, Barca menang empat kali. Termasuk kemenangan 3-2 di fase liga musim ini di markas Dortmund. Di laga itu, Ferran Torres mencetak dua gol setelah masuk dari bangku cadangan.
Meski begitu, Dortmund sejak awal sudah menegaskan bahwa mereka tidak akan menyerah sebelum pertandingan ini berakhir. Penyerang Dortmund, Karim Adeyemi mengatakan, ini memang sulit, namun mereka tidak boleh kehilangan harapan.
"Sulit memang, tetapi inilah sepak bola dan kami bermain di kandang sendiri, jadi kami hanya perlu berharap," tegas Karim Adeyemi seperti dikutip dari situs resmi UEFA.
Bek Dortmund, Waldemar Anton menambahkan, yang mereka butuhkan saat ini adalah konsentrasi penuh. "Kami sekarang akan fokus pada hari Selasa (Rabu) dan kemudian berusaha sekuat tenaga pada hari Minggu untuk menang melawan Gladbach," katanya di situs BVB.
Niklas Sule kepada BVB TV menggemakan komentar rekannya. "Kami memiliki kualitas, kami hanya perlu lebih sering menunjukkannya di lapangan,” ujar Sule.
Sang pelatih, Niko Kovac sementara itu mengatakan bahwa selain mencetak gol, mereka juga perlu bertahan dengan baik. Itu warning yang masuk akal setelah mereka kembali jebol dua kali saat imbang 2-2 melawan Bayern Munchen. "Kami perlu memposisikan diri lebih baik dalam bertahan," ujarnya di UEFA.com.
Bagaimana dengan Barca? Setelah mengalahkan Leganes dengan skor 1-0 di akhir pekan dan melanjutkan rekor tak terkalahkan mereka sepanjang 2025 ini, Pelatih Barca, Hansi Flick menegaskan mereka hanya butuh memulihkan kondisi.
“Saat ini, kami fokus pada pemulihan. Saya selalu memberi tahu para pemain bahwa yang terpenting adalah pemulihan. Kami akan terbang ke Dortmund pada hari Senin. Namun, tidak ada alasan; kami hanya fokus pada lapangan," katanya di Marca.
Namun, Flick juga tak mau gegabah. Ia menegaskan Barca tidak boleh membuat terlalu banyak kesalahan di leg kedua ini. "Dortmund adalah tim yang bagus, jadi kami sudah sadar bahwa kami perlu pergi ke sana dan melakukan kesalahan sesedikit mungkin,” tegasnya.
Bek Barca, Inigo Martinez juga mengingatkan timnya untuk menunjukkan kinerja terbaik. Kami harus terus berusaha sebaik mungkin; akan ada hari-hari yang lebih baik dan lebih buruk, jelas pemain internasional Spanyol itu.
Selain Marc Bernal, Marc-Andre ter Stegen, Marc Casado, dan Dani Olmo, tim tamu juga dipastikan tanpa bek kiri Alejandro Balde yang mengalami cedera hamstring di akhir pekan. Posisi Balde kemungkinan akan diisi Gerard Martin.
Sedangkan Borussia Dortmund, mereka sudah bisa diperkuat Pascal Gross yang absen di leg pertama karena terkena sanksi. Tapi Kovac masih belum bisa menurunkan Marcel Sabitzer dan Nico Schlotterbeck. (amr)
Prakiraan Pemain
Borussia Dortmund (4-2-3-1): Kobel; Ryerson, Can, Anton, Bensebaini; Gross, Nmecha; Gittens, Brandt, Adeyemi; Guirassy
Barcelona (4-2-3-1): Szczesny; Kounde, Araujo, Cubarsi, Martin; Pedri, De Jong; Yamal, Lopez, Raphinha; Lewandowski
Editor : Miftahul Khair