Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Prediksi Inter Milan vs Barcelona: Hati-hati Bola Mati

Miftahul Khair • Selasa, 6 Mei 2025 | 14:58 WIB

 

Denzel Dumfries-Inter Milan dan Lamine Yamal-Fc Barcelona.
Denzel Dumfries-Inter Milan dan Lamine Yamal-Fc Barcelona.

PONTIANAK POST - Tiket final pertama Liga Champions 2024/2025 akan diperebutkan di Giuseppe Mazza, dini hari nanti. Skor 1-0 sudah cukup bagi Inter Milan ataupun Barcelona untuk ke partai puncak.

Setelah bermain imbang 3-3 di leg pertama di Spanyol, pertandingan penentuan ini jelas lebih menegangkan dan penuh tekanan. Apalagi, satu kesalahan kecil akan bisa menjadi mimpi buruk.

Sebagai tuan rumah, Inter Milan sangat percaya diri menyambut duel hidup mati ini. Terlepas bahwa mereka menunjukkan respek tinggi pada Barca, Nerazzurri yakin mereka bisa berpesta di depan pendukung sendiri di San Siro.

Rekor kandang Inter Milan melawan klub Spanyol sejauh ini lumayan bagus. Dari 26 pertandingan, mereka memenangkan 12 laga, imbang 10 kali, dan hanya kalah di empat pertandingan.

Berbekal kemenangan 1-0 atas Verona di akhir pekan, mereka pun memastikan kesiapan untuk menyambut kedatangan Raksasa Catalan yang sempat mereka kejutkan di leg pertama dengan unggul 2-0 terlebih dulu.

“Kami akan memberikan segalanya.  Kami butuh kemenangan dan kami akan mencoba untuk menang,” tegas Asisten Pelatih Inter, Massimiliano Farris di situs klub setelah menggantikan Simone Inzaghi pada akhir pekan.

Farris memastikan mereka sudah tahu apa yang mesti dilakukan untuk meredam Barcelona. “Pertandingan melawan Barcelona akan menjadi pertandingan dengan konsentrasi tinggi. Idenya adalah mengurangi sedikit dribel dari lawan yang dapat meredakan tekanan,” jelasnya.

Ia juga mengatakan mereka akan mencoba mengunci Lamine Yamal yang menjadi pemain paling berbahaya di leg pertama. “Kami akan mencoba melakukan sesuatu. Kami harus mencoba membatasinya sebanyak mungkin,” tegasnya.

Kapten Inter, Lautaro Martinez cedera di leg pertama dan absen pada akhir pekan. Striker Argentina itu belum dipastikan absen meski peluang bermainnya sangat kecil. “Jika Lautaro tidak berhasil (pulih), kami akan puas dengan striker lain," kata Farris.

Kristjan Asllani yang jadi pahlawan kemenangan atas Verona lewat penaltinya menambahkan, mereka harus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk pertandingan penentuan ini.

“Tentu saja ada keinginan untuk mencapai final Liga Champions karena kita tahu apa artinya itu. Melawan Barcelona kita akan membutuhkan banyak keinginan dan kualitas,” ujarnya.

Seperti Farris, ia percaya mereka bisa merayakan sesuatu di akhir leg kedua ini. “Saya pikir kita akan memainkan pertandingan yang hebat di hadapan penonton ini. Para penggemar tentu akan membantu kita,” katanya.

Inzaghi sendiri sejak awal menegaskan bahwa Barca pasti tahu apa yang menunggu mereka di Milan. “Kami menghadapi tim hebat. Namun, sekarang mereka tahu bahwa mereka akan menghadapi tim hebat seperti Inter di Milan," tegasnya.

Sementara itu, Pelatih Barca, Hansi Flick meyakini ini akan jadi laga terbuka. "Inter tidak bisa hanya bertahan. Mereka juga harus mencoba mencetak gol. Kami tahu apa yang bisa kami lakukan,” katanya di situs UEFA.

Seperti kubu Inter, Flick sudah memetakan kekuatan lawan dan meminta timnya berhati-hati dalam mengantisipasi bola mati Inter. "Kami tahu Inter adalah salah satu yang terbaik dalam hal bola mati di Eropa,” ungkapnya.

Barca datang ke Italia dengan bekal kemenangan 2-1 atas Real Valladolid. Meski penampilan mereka kurang maksimal, Flick tak khawatir. “Ketika Anda melakukan sembilan pergantian pemain, itu tidak mudah bagi para pemain,” jelas Flick di Marca.

Marc-Andre ter Stegen tampil hebat di bawah mistar gawang pada akhir pekan, namun Flick menegaskan akan tetap memilih Wojciech Szczesny. “Szczesny akan bermain di Liga Champions dan pertandingan melawan Real Madrid," tegasnya.

Ter Stegen sendiri tak mempersoalkan hal itu. Penjaga gawang Jerman itu lebih fokus pada persiapan mereka sebagai tim. Menurutnya, mereka datang ke Milan dengan bekal bagus dan berharap Barca menjaga tren positif.

“Kemenangan selalu lebih baik. Kami terus berada dalam dinamika yang sama dan bersemangat menghadapi minggu-minggu mendatang, yang akan menjadi hal yang hebat bagi semua orang," katanya.

Selain Martinez yang diragukan bisa pulih tepat waktu dari cedera hamstringnya, bek Inter Benjamin Pavard juga dipastikan absen. Tapi metronom lini tengah Hakan Calhanoglu tersedia kembali setelah menjalani skorsing di Serie A.

Bintang-bintang Inter lainnya seperti Denzel Dumfries, Marcus Thuram, Henrikh Mkhitaryan dan kiper Yann Sommer juga akan kembali jadi starter setelah diistirahatkan di akhir pekan. Sedangkan Mehdi Taremi dan Marko Arnautovic akan bersaing jadi pendamping Thuram jika Martinez absen.

Di kubu Barca yang punya rekor 9 kemenangan, 13 seri, dan 9 kekalahan dalam laga away menghadapi klub Italia, mereka dipastikan tanpa bek sayap Jules Kounde akibat cedera.

Pilar utama lainnya seperti Lamine Yamal, Raphinha, Pedri, hingga Pau Cubarsi semuanya siap beraksi sejak awal. Robert Lewandowski dan Alejandro Balde juga sudah berlatih lagi dan mungkin akan ada di bangku cadangan. (amr)

 

Editor : Miftahul Khair
#Intermilan #prediksi #barcelona #semi final #liga champions