PONTIANAK POST - Masa depan Alexander Isak di Newcastle United tengah menjadi sorotan besar setelah laporan dari The Athletic menyebut bahwa sang penyerang telah menyampaikan keinginannya untuk hengkang pada bursa transfer musim panas ini. Keputusan itu mengejutkan banyak pihak, mengingat kontribusi luar biasa Isak sejak bergabung dari Real Sociedad pada 2022 silam.
Dalam laporan tersebut, Isak disebut telah meminta kepada manajemen Newcastle untuk tidak diikutsertakan dalam tur pramusim ke Asia. Meskipun klub berdalih bahwa absennya Isak karena cedera paha ringan, namun sumber terpercaya menyebut bahwa itu merupakan bagian dari upaya sang pemain untuk memuluskan kepergiannya.
Sejak mengenakan jersey The Magpies, Isak tampil gemilang dengan torehan 62 gol dan 11 assist dari 109 pertandingan. Khusus musim 2024/2025, ia mencatatkan 27 gol dan enam assist dalam 42 laga bersama tim asuhan Eddie Howe.
Menurut laporan The Athletic, Newcastle enggan melepas Isak dengan harga murah. Klub yang bermarkas di St James’ Park itu memasang banderol minimal 100 juta Poundsterling, atau setara Rp2 triliun. Namun nilai ideal yang diyakini bisa memuluskan kepindahan Isak adalah 120 juta Poundsterling, atau setara Rp2,4 triliun. Bahkan ada kemungkinan harga bisa mencapai 150 juta Poundsterling atau sekitar Rp3 triliun jika terjadi perang tawar antar klub besar.
Di tengah rumor panas tersebut, berikut enam klub yang dilaporkan berpotensi menjadi pelabuhan baru bagi striker asal Swedia berusia 25 tahun itu.
Liverpool: Siap Buat Kejutan Ganda
Meski baru saja mendatangkan Hugo Ekitike dari Eintracht Frankfurt dengan mahar awal 69 juta Poundsterling, atau setara Rp1,38 triliun plus tambahan 10 juta Poundsterling (sekitar Rp200 miliar), Liverpool belum menutup pintu untuk Isak. Menurut laporan Sports Mole, The Reds masih mengincar penyerang baru, terlebih jika Luis Diaz benar-benar hengkang ke Bayern Munchen dan Darwin Nunez turut dilepas.
“Meski sempat diyakini ketertarikan Liverpool berakhir setelah transfer Ekitike, nyatanya mereka tetap menjadi favorit dalam perburuan Isak,” tulis laporan tersebut.
Jika Isak merapat ke Anfield, hal itu akan memperkuat lini serang Liverpool yang tengah menjalani transformasi di bawah pelatih anyar, Arne Slot.
Meskipun Isak ingin pergi, Newcastle sejatinya masih memiliki hak penuh atas masa depan sang pemain, mengingat kontraknya masih berlaku hingga Juni 2028. Pelatih Eddie Howe dalam wawancaranya usai kekalahan 0-4 dari Celtic mengaku optimistis mempertahankan sang bomber.
“Alex bahagia di sini, ia menyukai lingkungan klub dan rekan setimnya. Saya yakin dia masih akan bersama kami saat musim dimulai,” ujar Howe seperti dikutip dari The Athletic.
Namun, dengan tekanan yang semakin meningkat dari pihak pemain, situasi bisa berubah cepat. Jika tak ada tawaran sesuai harapan, maka Newcastle akan menahan Isak setidaknya satu musim lagi.
Al-Hilal: Godaan Finansial Besar
Klub kaya raya Arab Saudi, Al-Hilal, disebut sebagai pihak dari Timur Tengah yang paling serius mengincar Isak. Klub yang kini ditangani Simone Inzaghi itu memiliki ambisi besar setelah gagal mendatangkan Victor Osimhen dan Cristiano Ronaldo beberapa waktu lalu.
Menurut laporan Sports Mole, Al-Hilal siap memberi gaji fantastis kepada Isak yang bisa menjadikannya salah satu atlet dengan bayaran tertinggi di dunia.
Namun, keengganan Isak meninggalkan Eropa di usia yang masih muda menjadi hambatan utama. Ia diyakini masih ingin bersaing di level tertinggi Eropa ketimbang sekadar mengejar uang.
Chelsea: Manuver Diam-Diam
Chelsea bisa menjadi kejutan lain dalam saga transfer Isak. Meskipun sudah mendatangkan Joao Pedro dan Liam Delap, The Blues tetap membuka peluang untuk transfer baru jika kondisi mendukung. Masa depan Nicolas Jackson yang belum jelas turut memperkuat spekulasi itu.
Menurut laporan The Independent, Chelsea punya ruang finansial untuk manuver besar, termasuk mendatangkan Isak. Bahkan mereka bisa saja menghentikan pengejaran terhadap Xavi Simons demi fokus ke target ini.
Dengan status sebagai juara dunia antar klub, kehadiran Isak bisa memperkuat status Chelsea sebagai kandidat juara Premier League musim depan.
MU: Skenario Tak Terduga
Membayangkan Isak berkostum Manchester United mungkin terkesan mengejutkan. Namun, tidak sepenuhnya mustahil. Klub berjuluk Setan Merah itu sedang mencari striker nomor sembilan yang bisa menjadi tumpuan jangka panjang.
Menurut laporan Sports Mole, meski saat ini tidak bermain di kompetisi Eropa, United tetap mampu menarik nama besar. Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo adalah contoh pemain yang memilih Setan Merah di tengah keterbatasan tersebut.
Agar transfer Isak memungkinkan, United harus melepas beberapa pemain seperti Alejandro Garnacho, Jadon Sancho, Antony, dan Tyrell Malacia. Dari penjualan tersebut, potensi dana sebesar 100 juta Poundsterling bisa dikumpulkan. Sementara itu, peminjaman Marcus Rashford ke Barcelona juga memberi tambahan dana segar.
Real Madrid: Kembali ke La Liga?
Real Madrid disebut turut memantau perkembangan saga transfer Isak, terutama karena masa depan Rodrygo yang belum pasti. Jika Rodrygo benar-benar hengkang dan Vinicius Junior juga dilirik klub Saudi, maka Los Blancos membutuhkan tambahan di lini serang.
“Pelatih Xabi Alonso dikabarkan ingin menambah satu penyerang lagi musim panas ini, dan Isak adalah salah satu nama yang masuk radar,” tulis laporan dari Sports Mole.
Jika benar merapat ke Santiago Bernabeu, maka Isak berpeluang membentuk duet mematikan dengan Kylian Mbappe. Ia juga punya pengalaman di La Liga, yakni bersama Real Sociedad dengan catatan 33 gol dan lima assist dalam 105 pertandingan.
Keputusan Isak untuk meninggalkan Newcastle tentu bukan perkara sepele, mengingat klub tersebut telah membentuknya menjadi salah satu penyerang terbaik Eropa saat ini. Namun, di usia 25 tahun, keinginannya untuk menjajal tantangan baru patut dihormati.
Kini, semuanya bergantung pada apakah ada klub yang berani menebus banderol tinggi yang dipasang Newcastle. Liverpool menjadi favorit, tetapi pesaing lain seperti Real Madrid, Chelsea, hingga Al-Hilal tetap punya peluang jika situasi berubah.
Bursa transfer masih panjang, dan saga ini belum mencapai babak akhir. Yang jelas, ke mana pun Alexander Isak melangkah, ia akan jadi sorotan besar musim depan. (jpc)
Editor : Miftahul Khair