Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

PASI Kalbar Sayangkan Bapomi Tak Berangkatkan Pelatih di Pomnas

Mirza Ahmad Muin • Selasa, 16 September 2025 | 08:33 WIB
Kaytea Ebri Safitri Atlet lompat jauh asal Pontianak yang pernah memperkuat Indonesia di kejuaraan atletik internasional.
Kaytea Ebri Safitri Atlet lompat jauh asal Pontianak yang pernah memperkuat Indonesia di kejuaraan atletik internasional.

PONTIANAK POST - Sekretaris Umum Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kalimantan Barat Adi Pani menyayangkan Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (Bapomi) tidak menyiapkan alokasi anggaran bagi pelatih pendamping atlet yang bakal berlaga di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional. Menurutnya peran pelatih terhadap prestasi atlet dalam setiap kejuaraan turut menjadi penentu.

“Katyea Ebri Safitri itu memiliki kans besar untuk meraih medali emas di Pekan Olahraga Mahasiswa. Selama ini di event tersebut, khusus untuk cabor yang diikuti Katyea belum pernah mendapatkan medali emas. Sebetulnya ini menjadi peluang kita, namun saya sayangkan kenapa dalam persiapan Pomnas, Bapomi tidak menyertakan anggaran buat pelatih sebagai pendamping Katyea,” ujar Adi Pani kepada Pontianak Post, Senin (15/9).

Dijelaskan dia, dalam hal prestasi, sudah banyak diberikan Katyea untuk Kalimantan Barat dan Indonesia. Semua prestasi tersebut tak lepas dari peran pelatih yang turut mendampinginya ketika bertanding dimanapun.

Prestasi tertingginya, Katyea berhasil memecahkan rekor lompat jauh nasional, di kejuaraan Asian U20 Athletics Championships 2024 di Dubai, Uni Emirat Arab, April 2024. Prestasi paling baru Katyea, belum lama ini berhasil meraih medali emas di Kejurnas Atletik mewakili Kalbar.

“Jika tidak ada pelatih, Katyea akan kesulitan. Sebab pelatih memiliki peran penting bagi atletnya bisa berprestasi,” ujarnya.

Meski alokasi anggaran buat pelatih tidak ada, sebagai pelatih Adi Pani akan mendampingi Katyea dengan biaya pribadi walaupun di luar kontingen.

Meski begitu, dia juga berharap agar Bapomi atau pihak Untan peduli dengan persoalan ini, sebab ini menyangkut nama baik Kalbar, khususnya Bapomi perwakilan dari kampus.

Katyea sendiri saat ini menjadi mahasiswa baru di Penjas Untan. Akan tetapi dia mengalami kesulitan menghadapi Pomnas ini karena biaya pelatih tidak dialokasikan.

“Saya sendiri sudah menghubungi Sekretaris Bapomi Kalbar, akan tetapi jawabannya memang tidak ada dana. Padahal event ini dua tahun sekali dan ajang bergengsi mahasiswa,” katanya.

Kata dia, pelatih adalah bagian dari kesuksesan seorang atlet, tidak ada atlet lahir berprestasi sendiri, untuk nomor teknik seperti lompat akan sulit buat seorang atlet untuk melompat dengan baik karena pelatihlah yang menjadi spion atlet untuk melompat tidak melewatì batas disk.

“Apalah arti melompatnya jauh tapi disk. Di nomor teknik seperti ini tidak seperti nomor lari atlet bisa berlari sendiri, untuk di nomor teknik lompat jauh dan jangkit pelatih tidak saja seperti spion tapi juga dapat mengoreksi teknik lompatannya untuk merubah dan menaikan lompatan atlet,” ungkapnya.(iza)

Editor : Miftahul Khair
#pasi #pomnas #mahasiswa #atletik #BAPOMI #atlet