PONTIANAK POST - Hari kedua pelaksanaan Honda DBL With Kopi Good Day 2026 West Kalimantan yang berlangsung di GOR Perbasi Pontianak, Sabtu (24/1), menyajikan laga sektor putri antara SMA Maranatha Pontianak menghadapi SMA Santo Paulus.
Sejak awal pertandingan, tim putri SMA Santo Paulus langsung menunjukkan dominasinya. Berstatus sebagai runner-up musim lalu, Santo Paulus tampil agresif dan terus menekan pertahanan putri Maranatha. Alur serangan cepat dan pertahanan solid membuat Santo Paulus menutup kuarter kedua dengan keunggulan telak 33–0.
Tekanan tersebut berlanjut hingga paruh kedua pertandingan. Putri Maranatha belum mampu memecah kebuntuan poin, sementara Santo Paulus terus menambah perolehan angka hingga kuarter keempat berakhir. Pertandingan pun ditutup dengan skor mencolok 59–0 untuk kemenangan Putri Santo Paulus.
Kekalahan ini harus diterima oleh tim putri SMA Maranatha yang diasuh oleh Coach Sudarno. Meski demikian, Sudarno mencoba memaklumi hasil tersebut, mengingat kekuatan lawan yang dihadapi merupakan tim yang sangat ia kenal.
Sudarno diketahui merupakan mantan pelatih tim basket putri SMA Santo Paulus pada musim lalu. Pada musim ini, ia memilih tantangan baru dengan menukangi tim putri SMA Maranatha.
“Sejauh ini kita sudah berusaha, anak-anak sudah cukup bagus sebagai tim yang baru terbentuk,” kata Sudarno usai pertandingan.
Lebih lanjut, ia berharap kekalahan ini bisa menjadi pembelajaran berharga bagi timnya ke depan.
“Puji Tuhan, kita bisa bertemu tim-tim kuat, jadi kita bisa banyak belajar,” lanjutnya.
Kemenangan ini menegaskan kekuatan Putri Santo Paulus sebagai salah satu kandidat kuat di Honda DBL With Kopi Good Day 2026 West Kalimantan, sementara Putri Maranatha menjadikan laga ini sebagai pengalaman penting dalam proses pembentukan tim. (sap)
Editor : Miftahul Khair