PONTIANAK POST - Laga final Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Kalimantan berlangsung penuh drama dan tensi tinggi di Tau Huat Hall atau GOR Perbasi Pontianak, Jumat (30/1). Final bergengsi ini mempertemukan dua rival abadi, tim basket putri SMA Santo Petrus Pontianak melawan skuad putri SMA Santo Paulus Pontianak.
Setelah sembilan tahun berturut-turut mendominasi podium juara, kejayaan Putri Santo Petrus akhirnya harus terhenti. Skuad Putri SMA Santo Paulus tampil luar biasa dan sukses menumbangkan sang juara bertahan dengan skor tipis 57–60, sekaligus mencetak sejarah baru di kancah DBL Pontianak.
Sejak awal laga, Putri Santo Paulus menunjukkan determinasi tinggi. Pada kuarter pertama, mereka tampil dominan dan sempat unggul 1–6 di lima menit awal pertandingan. Putri Santo Petrus mencoba mengejar ketertinggalan, namun pertahanan solid Paulus mampu menahan gempuran hingga kuarter pertama berakhir dengan skor 8–9 untuk keunggulan Putri Santo Paulus.
Memasuki kuarter kedua, tempo permainan Putri Paulus semakin meningkat. Serangan balik cepat dan penyelesaian yang efektif membuat mereka terus memperlebar jarak. Hingga paruh pertama usai, Putri Santo Paulus unggul cukup jauh dengan skor 16–28.
Pertandingan semakin memanas di kuarter ketiga. Sorakan suporter kedua tim saling bersahutan di tribun, menambah atmosfer panas di dalam GOR. Kedua tim saling jual beli serangan, namun Putri Santo Paulus tetap mampu menjaga keunggulan hingga kuarter ketiga ditutup dengan skor 36–44.
Drama sesungguhnya terjadi di kuarter akhir. Putri Santo Petrus bangkit dan sempat menyamakan kedudukan, bahkan membalikkan keadaan di menit-menit akhir. Namun, dewi fortuna tampak berpihak pada Putri Santo Paulus. Dengan mental baja dan eksekusi krusial di detik-detik penentuan, Putri Santo Paulus memastikan kemenangan 57–60.
Kemenangan ini menjadi tonggak sejarah baru. Putri SMA Santo Paulus resmi menyandang gelar ratu baru DBL Pontianak, sekaligus mematahkan dominasi sembilan tahun berturut-turut Putri Santo Petrus yang berlangsung sejak 2015 hingga 2024.
Sejak DBL Pontianak pertama kali digelar pada 2008, hanya tiga sekolah yang pernah meraih gelar juara putri, yakni SMA Santo Petrus, SMA Bina Mulia, dan kini SMA Santo Paulus.
Pelatih tim basket putri SMA Santo Paulus, Hendra, mengaku sangat bahagia atas pencapaian anak asuhnya.
“Kami sudah lama mempersiapkan diri untuk hari ini. Akhirnya perjuangan panjang itu terbayar. Gelar juara berhasil kami rebut, we are champions right now,” ujar Hendra.
Sementara itu, pelatih Putri Santo Petrus, Eka Bagus, memilih berlapang dada menerima kekalahan.
“Sepertinya ini bukan hari kita. Sejak awal kami sudah tertinggal,” ucapnya. Ia menambahkan bahwa dalam olahraga tidak ada tim yang selalu superior.
“Pasti ada hari di mana kita harus kalah, yang terpenting adalah bagaimana cara kita menyikapinya dan bangkit ke depan,” tutup Eka Bagus.
Dengan hasil ini, peta kekuatan basket putri DBL Pontianak resmi berubah. Era baru telah dimulai, dan Putri SMA Santo Paulus kini berdiri sebagai penguasa baru di panggung DBL Pontianak. (sap)
Editor : Miftahul Khair