Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Kai Havertz Selamatkan Arsenal dengan Penalti Menit 89 Lawan Leverkusen di Liga Champions

Budi Miank • Kamis, 12 Maret 2026 | 11:08 WIB

Kai Harvetz yang jadi pahlawan Arsenal di Liga Champions.[Foto: Instagram/@kaihavertz29]
Kai Harvetz yang jadi pahlawan Arsenal di Liga Champions.[Foto: Instagram/@kaihavertz29]

PONTIANAK POST – Arsenal harus puas membawa pulang hasil imbang 1-1 dari lawatan ke Bayer Leverkusen pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu (11/3/2026) malam waktu Jerman, setelah Kai Havertz mencetak penalti menit ke-89.

Arsenal, yang memenangi seluruh delapan pertandingan fase grup, sempat tertinggal lebih dulu ketika Robert Andrich mencetak gol dari sundulan hasil sepak pojok hanya beberapa menit setelah babak kedua dimulai.

“Saya tahu betapa sulitnya datang ke sini… dan kami sudah tahu apa yang akan kami hadapi,” ujar Havertz, yang menghadapi Leverkusen untuk pertama kalinya, dikutip dari Agence-France Presse.

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, menyesalkan kehilangan kendali timnya di awal babak kedua.

“Kami menguasai pertandingan, tapi gagal mencetak gol. Lalu kami membiarkan pertandingan lepas begitu saja. Itu tidak perlu terjadi,” kata Arteta.

“Kami memberi mereka harapan, tapi 20-25 menit terakhir kami bermain lebih baik dan saya rasa gol penyama layak kami dapatkan.”

Leverkusen kini harus tampil impresif di leg kedua di Emirates Stadium pekan depan untuk bisa melaju ke perempat final, pertama kalinya sejak menjadi runner-up menghadapi Real Madrid pada 2002.

“Kami sudah menunjukkan bisa mengalahkan Arsenal. Kami datang ke London percaya bisa membawa hasil,” tambah Andrich.

Meski Arsenal masih unggul di Premier League, permainan mereka terlihat kurang lancar dengan eksekusi bola mati yang tidak efektif.

Namun, kemenangan di kandang pada leg kedua cukup untuk melaju ke perempat final untuk musim ketiga berturut-turut.

Leverkusen, dengan skuad muda yang masih menyesuaikan diri setelah perombakan musim panas, tampil inkonsisten tetapi cukup menunjukkan ancaman bagi Arsenal.

Peluang terbaik Arsenal pada babak pertama datang dari Gabriel Martinelli yang menghantam mistar gawang menit ke-19.

Setelah gol Andrich, pelatih Leverkusen, Kasper Hjulmand, sempat terlibat pertikaian panas dengan pelatih bola mati Arsenal, Nicolas Jover, terkait taktik bola mati tim tamu.

Arsenal akhirnya mendapat penalti setelah Malik Tillman dijatuhi hukuman karena menjatuhkan Noni Madueke di kotak penalti, dan Havertz tanpa ragu mengeksekusi gol penyama dengan tenang.

“Kami tidak bermain sebaik biasanya, tapi kami pulang dengan hasil yang bagus. Pekan depan harus lebih agresif dengan dukungan fans yang penting,” tutup Arteta.[]

Editor : Budi Miank
#Kai Havertz #penalti #arsenal #bayer leverkusen #liga champions