Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Trump Larang Timnas Iran Ikuti Piala Dunia 2026, Sebut Kekhawatiran Nyawa Jadi Alasan

Budi Miank • Jumat, 13 Maret 2026 | 10:40 WIB

 

Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. [Foto: Instagram/@fifaworldcup]
Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. [Foto: Instagram/@fifaworldcup]
PONTIANAK POST – Presiden Donald Trump menyatakan tim nasional sepak bola Iran sebaiknya tidak hadir di Piala Dunia 2026 yang diselenggarakan bersama Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dengan alasan keamanan pemain, Kamis (12/3/2026).

“Tim Nasional Sepak Bola Iran dipersilakan ke Piala Dunia, tetapi saya sungguh tidak percaya tepat bagi mereka untuk berada di sana, demi keselamatan dan nyawa mereka sendiri,” tulis Trump di media sosialnya.

Pernyataan ini muncul setelah sebelumnya para pemimpin Iran menyatakan tidak mungkin bagi negara mereka untuk berpartisipasi.

Trump sebelumnya sempat memberi sinyal berbeda kepada Presiden FIFA Gianni Infantino bahwa pemain dan pelatih Iran tetap diterima di turnamen.

Seorang pejabat Gedung Putih yang berbicara anonim mengonfirmasi pernyataan Trump kepada Infantino, tetapi belum menjelaskan secara rinci apakah kekhawatiran ini terkait ancaman langsung di Amerika Serikat menyusul serangan AS dan Israel ke Iran sejak 28 Februari 2026.

Menurut laporan The Canadian Press, Iran termasuk salah satu dari 48 tim yang dijadwalkan tampil.

Mereka akan menghadapi Selandia Baru di Inglewood, California, pada 15 Juni; Belgia pada 21 Juni; dan menutup fase grup melawan Mesir di Seattle pada 26 Juni.

Federasi sepak bola Iran merencanakan untuk menempatkan tim di markas latihan di Kino Sports Complex, Tucson, Arizona, sejak Juni mendatang.

Meskipun Iran masuk dalam daftar larangan perjalanan ke AS sejak Juni 2025, atlet dan pelatih dari negara tersebut dikecualikan, sehingga timnas Iran tetap bisa masuk Amerika Serikat.

Namun, ada kekhawatiran pemain mengenai reaksi diaspora anti-rezim di turnamen dan risiko terhadap keluarga mereka di Iran.

Sejarah menunjukkan ketegangan bagi atlet Iran di turnamen internasional.

Tim wanita Iran yang berlaga di Piala Asia di Australia tidak menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan pertama setelah serangan AS-Israel, dan beberapa pemain mengajukan visa kemanusiaan untuk tetap di sana.

Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, tim pria Iran juga tidak menyanyikan lagu kebangsaan saat melawan Inggris.

FIFA menilai risiko keselamatan Piala Dunia yang disiapkan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko rendah, dengan jaminan keamanan dari masing-masing pemerintah.

Tim inspektur FIFA menulis bahwa “semua pihak berpengalaman mengelola event olahraga besar dan pengaturan keamanan serta keselamatan bagi individu berprofil tinggi sudah ada.”

Beberapa atlet Iran pernah meninggalkan negara mereka karena persoalan politik.

Kimia Alizadeh, peraih medali perunggu Olimpiade Rio 2016, menentang kewajiban hijab dan berlaga untuk tim pengungsi Olimpiade di Tokyo 2021, kemudian Bulgaria pada Olimpiade Paris 2024.

Judoka Saeid Mollaei mengungsi ke Jerman setelah konflik dengan federasi Iran pada kejuaraan dunia 2019 dan meraih medali perak Olimpiade Tokyo 2020 sebagai warga negara Mongolia.[]

Editor : Budi Miank
#timnas iran #piala dunia 2026 #donald trump #Keamanan #fifa