PONTIANAK POST-Pelatih Paris Saint-Germain (PSG) Luis Enrique merasa timnya bisa memenangkan lebih dari dua gol saat menghadapi Liverpool pada perempat final leg pertama yang dimainkan dini hari tadi Waktu Indonesia Barat
"Saya pikir kami pantas mendapatkan hasil ini. Ini adalah pertandingan yang sangat sulit, sangat ketat, terutama di babak pertama. Di babak kedua kami menciptakan banyak peluang. Sayangnya karena saya pikir kami bisa mencetak setidaknya satu gol lagi, tapi itulah sepak bola dan kami harus menerimanya," kata Enrique kepada PSG TV setelah kemenangan 2-0 timnya di Parc des Princes, dikutip dari psg.fr.
"Suasana di dalam stadion malam ini luar biasa. Saya pikir kami bermain sebaik penggemar kami menyanyi dan itu tidak mudah! Sekarang saatnya menikmati kemenangan ini, melakukan pemulihan, beristirahat, dan memikirkan pertandingan tandang di Liverpool," tambahnya lagi.
Mengenai pertandingan di leg kedua yang akan berlangsung 14 April nanti, dia menegaskan hal itu tidak mudah untuk memenangkannya kembali.
"Kami akan menuju ke Liverpool dengan tujuan untuk menang, seperti biasa. Ini akan sulit karena Anfield adalah stadion yang sangat sulit untuk dimainkan. Tapi dengan tim ini, kami akan berusaha untuk bermain dengan cara terbaik yang kami bisa, dan itu berarti menyerang sepanjang pertandingan!" ujarnya.
Sementara Kiper PSG Matvey Safonov yang membukukan clean sheet pada pertandingan tersebut sangat senang karena tidak harus bekerja keras mengamankan gawangnya dari kebebolan.
"Saya sangat senang karena Liverpool memiliki sangat sedikit peluang untuk mencetak gol malam ini. Sebagai penjaga gawang, saya sangat senang, tetapi saya juga tahu bahwa pertandingan kembali belum tentu sama. Di dalam skuad, kami ingin pergi ke Liverpool untuk menang dan saya pikir kami akan siap untuk pertempuran," bebernya.
PSG, dini hari tadi, sukses mencetak kemenangan menyakinkan lewat gol cepat Desire Doue di menit ke-11 dan aksi individu brilian Khvicha Kvaratskhelia di babak kedua. Liverpool benar-benar dibuat tidak berdaya tanpa satu pun tembakan tepat sasaran.
Bahkan The Reds hanya mampu melakukan tiga tembakan saja. Berbalik dengan PSG yang membukukan 17 tembakan, dimana tujuh diantaranya tepat sasaran. (*)